Bagikan:

JAKARTA - Aksi protes untuk menentang niat Amerika Serikat yang "ilegal dan tidak dapat diterima" untuk merebut Greenland direncanakan akan diadakan di ibu kota pulau itu, Nuuk.

Sebagaimana demikian dilaporkan surat kabar Greenland, Sermitsiaq, pada Kamis, para penyelenggara aksi itu menyatakan tujuan demonstrasi ini adalah untuk menuntut penghormatan terhadap demokrasi Greenland dan hak untuk menentukan nasib sendiri.

Salah satu penyelenggara mengatakan penduduk Greenland telah lama berada di bawah tekanan yang menciptakan rasa tidak aman dan takut.

Sebelumnya pada Senin (12/1), stasiun radio Greenland, KNR, melaporkan unjuk rasa akan diadakan di beberapa kota di Denmark, termasuk Kopenhagen, pada Sabtu (17/1) depan.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas," termasuk dari China dan Rusia.

Otoritas Denmark dan Greenland memperingatkan AS agar tidak merebut pulau itu, dengan menyatakan mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka.

Pulau ini merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953.

Pulau ini tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri.