Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berwacana Pemprov DKI akan membangun monorel di kawasan Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Merespons hal itu, DPRD DKI mengungkap belum ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengaku, sepengetahuannya, yang tercantum dalam perencanaan saat ini baru sebatas penataan dan revitalisasi kawasan TMR.

"Sampai saat ini belum ada anggaran khusus untuk monorail Ragunan dalam APBD. Yang ada baru sebatas penataan dan revitalisasi kawasan TMR, itu pun masih dalam tahap perencanaan dan desain," ujar Yuke kepada wartawan, Kamis, 15 Januari.

Ia menegaskan, realisasi pembangunan monorel belum berjalan sama sekali. Menurut Yuke, rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk skema pembiayaannya, mengingat kemampuan APBD DKI Jakarta yang terbatas.

“Realisasi fisiknya belum berjalan. Ke depan, rencana ini akan dibahas lebih detail, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak lain, mengingat keterbatasan APBD,” kata dia.

Yuke menambahkan, opsi pembiayaan alternatif atau creative financing bisa menjadi salah satu jalan, sepanjang tidak merugikan pemerintah daerah dan tidak menimbulkan persoalan terhadap aset milik Pemprov DKI.

"Alternatifnya, pembiayaan atau creative financing menjadi penting, selama tidak merugikan pemerintah daerah dan aman bagi aset-aset DKI Jakarta," kata dia.

Meski begitu, Yuke menilai pembahasan monorel di Ragunan harus didahului dengan perencanaan dan kajian yang matang, terutama dari sisi fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat.

"Tentu harus dilihat dulu perencanaannya dan kajiannya. Jika secara jalur dan fungsi bisa membantu mengurangi kemacetan serta meningkatkan akses masyarakat ke Taman Margasatwa Ragunan, tentu akan kita bahas," ucap Yuke.

Ia juga menyinggung posisi Ragunan sebagai taman hiburan rakyat yang selama ini mudah diakses dan terjangkau. Menurutnya, selama rencana monorel sejalan dengan revitalisasi kawasan dan didukung hasil kajian yang baik, DPRD membuka ruang untuk mempertimbangkannya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkap adanya rencana pembangunan moda transportasi monorel menuju kawasan Taman Margasatwa Ragunan. Monorel ini menjadi bagian dari penataan kebun binatang milik Pemprov DKI tersebut.

"Kita ada rencana mau revitalisasi Ragunan. Ada rencana Ragunan itu, kita akan bikin semacam apa ya, semacam apa istilahnya, train, monorel," kata Rano beberapa waktu lalu.

Rano menuturkan, wacana pembangunan monorel ke Ragunan muncul untuk mengurangi kemacetan di wilayah tersebut. Mengingat, pada akhir pekan, tingginya kunjungan masyarakat yang berrekreasi di Ragunan kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Nantinya, salah satu konsep penataan Ragunan diarahkan pada pengaturan ulang akses pengunjung dengan memindahkan area parkir ke luar kawasan utama. Pengunjung akan memarkir kendaraan di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan, lalu melanjutkan perjalanan menuju area kebun binatang menggunakan monorel.

"Jadi nanti area parkirnya adalah di depan, di tempat pramuka itu, nanti orang-orang kalau mau ke Ragunan naik monorel," ujarnya.

Rano menilai monorel menjadi pilihan karena dinilai ramah lingkungan dan tidak mengganggu ekosistem satwa di dalam kawasan Ragunan.

Ia menambahkan, jalur monorel juga direncanakan terintegrasi dengan kawasan sekitar untuk menjawab persoalan akses dan kemacetan, terutama saat akhir pekan.

"Karena di sini infrastruktur, teman-teman lihat datang ke sini kan jalan sempit, segala macam, macet, apalagi kalau hari Minggu, waduh, membludak, itu harus dicari jalannya," ucap Rano.