Bagikan:

BANDA ACEH - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun 44 unit rumah hunian sementara (huntara) di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang untuk warga terdampak banjir.

"Di Kecamatan Tamiang Hulu ada 44 unit huntara dipusatkan di ibu kota kecamatan Pulau Tiga," kata Pengawas Proyek Rumah Huntara BNPB, Krisna di Aceh Tamiang, Rabu, 14 Januari dilansir ANTARA.

Krisna menjelaskan, progres pembangunan huntaraPulau Tiga baru berjalan selama lima hari. Model huntaraBNPB di sana sedikit berbeda, dalam satu unit sepanjang 18 meter yang terdiri dari lima kopel/pintu.

Kemudian, pada setiap kopel atau ruangan nya itu dilengkapi dapur, kamar mandi dan lantainya dicor semen.

“Posisi dapur dan kamar mandi ada di luar masing-masing ruangan. Iya, betul lantai cor kita," ujarnya.

Krisna sendiri ditugaskan mengawasi pembangunan proyek huntarakhusus di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu. Sementara untuk kecamatan lain ada penunjukkan petugas pengawas lainnya dari BNPB.

Huntara dibangun sesuai dengan jumlah pengungsi banjir di setiap desa. Data pengungsi diambil dari tingkat desa, dinaikkan ke BPBD Aceh Tamiang dan diteruskan ke BNPB.

"Total pengungsi 221 KK, berasal dari enam desa di Kecamatan Tamiang Hulu yang akan menghuni 44 huntaradi Pulau Tiga ini," katanya.

Pihaknya menargetkan, pembangunan 44 unit rumah huntaradi Kecamatan Tamiang Hulu ini diperkirakan selesai hingga satu bulan ke depan jika tidak ada kendala mobilisasi material bangunannya.

"Untuk bahan materialnya sama dengan Huntara Danantara, menggunakan baja ringan untuk mempercepat proses pekerjaan. Atap memakai jenis galvalum, sedangkan dinding dari bahan kalsiboard," kata Krisna.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Tamiang telah mengusulkan sekitar 8.155 unit huntarayang tersebar di 14 titik lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan. Lokasi yang saat ini sudah rampung yakni di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru sebanyak 600 unit.