BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Sekolah Rakyat menjadi instrumen utama negara untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat pidato meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari.
Prabowo mengatakan pemerintah telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini menargetkan pembangunan 500 sekolah hingga 2029. Setiap sekolah dirancang menampung sekitar 1.000 murid.
“Saat ini baru sekitar 15 ribu murid. Akhir tahun diperkirakan 30 ribu. Ujungnya, sasaran kita 500 ribu anak,” ujar Prabowo.
Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai jalan konkret mengubah nasib kelompok termiskin, khususnya desil 1 dan 2. Targetnya jelas, menghapus kemiskinan ekstrem sebelum masa jabatannya berakhir.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung capaian besar sektor pangan. Ia menyatakan Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025, meski dilanda El Nino dan La Nina sepanjang 2024–2025. Produksi beras nasional dan cadangan pemerintah kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Namun, menurut Prabowo, keberhasilan ekonomi dan pangan tidak akan bermakna tanpa pemerataan pendidikan. Presiden menyoroti kekurangan ratusan ribu dokter di Indonesia dan memastikan negara akan membuka kampus kedokteran serta teknik baru yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.
“Saya ingin anak pemulung bisa jadi dokter, insinyur, pengusaha, bahkan jenderal,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan pendidikan adalah kunci menghapus kemiskinan dan kelaparan.
Prabowo mengajak seluruh bangsa bersatu, berani menghadapi kesulitan, dan memastikan uang negara tidak dikorupsi agar masa depan anak-anak Indonesia benar-benar berubah.