BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto mengaku kagum dan terharu saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Presiden menyebut capaian para siswa jauh melampaui bayangannya, meski sekolah tersebut baru berjalan sekitar enam bulan.
Prabowo mengatakan terkesima melihat kemampuan para murid, termasuk anak-anak yang mampu berpidato dalam beberapa bahasa asing dengan penguasaan bahasa Inggris yang sangat baik.
Presiden mengaku tersentuh karena kemampuan itu lahir dari anak-anak yang berasal dari keluarga sederhana, bukan dari lingkungan elite atau privilese.
“Terus terang, saya sangat terkesima. Bahkan saya sangat terharu. Sulit menahan air mata,” kata Prabowo saat pidato di hadapan siswa, guru, dan pemerintah daerah, Senin, 12 Januari.
Spontan, Prabowo minta anak-anak yang jago bahasa Inggris itu untuk menghadap usai acara.
Presiden juga menyoroti prestasi akademik para murid Sekolah Rakyat. Menurutnya, dalam waktu singkat sudah ada siswa yang menjuarai Olimpiade Matematika.
Capaian itu, kata Prabowo, menjadi bukti keberanian mengambil kebijakan yang tidak lazim telah membuahkan hasil nyata.
Presiden mengingatkan, sekolah berasrama tersebut memang dirancang untuk anak-anak dari keluarga tertinggal yang sebelumnya nyaris tak memiliki akses pendidikan berkualitas. Karena itu, Prabowo meminta para siswa tidak minder dengan latar belakang orang tua mereka.
“Jangan pernah malu orang tua kalian buruh, petani miskin, atau pemulung. Mereka mulia. Mereka bekerja halal dengan keringat,” ujarnya.
Prabowo bahkan menegaskan dirinya lebih menghormati pekerja kecil yang jujur dibanding orang berpendidikan tinggi yang justru korup dan mengkhianati negara.
Presiden berjanji pemerintah akan terus berjuang agar kekayaan negara bisa dirasakan seluruh rakyat, termasuk anak-anak dari keluarga paling sederhana.