Bagikan:

LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik ke arah timur laut, Selasa, 6 Januari.

Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi, masing-masing pada pukul 08.07 WIB, 08.21 WIB, dan 08.24 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi pertama terjadi pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang dikutip dari Antara.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau setara 4.276 meter di atas permukaan laut. Arah sebaran abu masih terpantau ke timur laut dengan intensitas sedang.

Selang tiga menit kemudian, tepatnya pukul 08.24 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi. Namun, tinggi kolom letusan pada erupsi ketiga tersebut tidak dapat teramati.

Liswanto menjelaskan, saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.

“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga melarang warga beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat di sekitar lereng gunung diminta tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.