JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun jembatan di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor untuk memulihkan mobilitas maupun membantu distribusi logistik bagi korban bencana.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakanpemasangan jembatan bailey atau jenis jembatan terbuat dari panel logam telah terbangun sebanyak 32 jembatan di daerah terdampak bencana.
"Penyiapan dan pemasangan jembatan bailey, sejumlah total yang dibangun 32 jembatan," ujarnya dalam konferensi pers "Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatera" di Jakarta, Senin, 29 Desember dilansir ANTARA.
Agus menjabarkan beberapa jembatan bailey yang telah dibangun membantu masyarakat untuk beraktivitas secara normal dalam melaksanakan mobilitas sehari-hari menggunakan kendaraan bermotor.
"Beberapa jembatan sudah digunakan masyarakat beraktivitas, seperti di Jembatan Tepin Mangi, Jembatan Tepin Dodot, Jembatan Jumpa, Jembatan Matang Bangka, Jembatan Kutabelang, Jembatan Weh Pase. Kemudian Jembatan Hamparan Perak, Jembatan Anggul di Sibangun, dan beberapa jembatan lainnya sudah tergelar," katanya.
Selain jembatan bailey, tutur Agus, TNI juga merencanakan memasang jembatan aramco atau jenis jembatan dengan gorong-gorong di tengahnya,.
Beberapa jembatan aramco tersebut, menurut Agus, telah selesai dibangun dan masyarakat beraktivitas secara normal menggunakan jembatan tersebut.
"Kemudian juga penyiapan dan pemasangan jembatan aramco, ada 40 jembatan yang sedang dibangun, dan beberapa sudah selesai dan sudah digunakan oleh masyarakat," ucapnya.
Agus menyampaikan TNI juga telah mengirimkan sejumlah 2.669,53 ton logistik melalui beberapa jalur, termasuk jalur darat.
"Adapun logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.669,53 ton, yaitu melalui angkatan udara danairdrop, melalui KRI dan kapal ADRI hingga bantuan melalui jalur darat," ucapnya.