BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengerahkan dan menyiagakan sebanyak 310 petugas kebersihan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah selama libur panjang Natal dan tahun baru 2026 di wilayah tersebut.
"Petugas kami bekerja selama tujuh hari dalam seminggu. Tidak ada libur, justru pada momen seperti ini mereka akan lebih diforsir untuk bekerja," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Afriyenita di Bengkulu, Antara, Minggu, 28 Desember.
Ia mengatakan dikerahkannya ratusan petugas kebersihan tersebut dilakukan sebab selama libur natal dan tahun baru diprediksi volume sampah di Kota Bengkulu mengalami peningkatan.
Adanya peningkatan tersebut dikarenakan tingginya kunjungan wisatawan dari luar Kota Bengkulu ke sejumlah objek wisata di wilayah tersebut seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, dan lainnya.
Untuk itu, DLH Kota Bengkulu tetap menurunkan petugas kebersihan meski di tengah masa libur natal dan tahun baru, guna memastikan kebersihan dan keindahan wajah kota tetap terjaga.
Afriyenita menerangkan sebanyak 310 petugas kebersihan tersebut terdiri atas penyapu jalan, sopir truk dan kru pengangkut sampah, petugas pertamanan, dan lainnya.
Dirinya berharap agar dengan dikerahkannya ratusan petugas kebersihan tersebut, Kota Bengkulu selama libur natal dan tahun baru tetap bersih, nyaman dan indah.
Sementara itu, Pemkot Bengkulu juga menyiagakan sebanyak 40 anggota Dinas Perhubungan di sejumlah wilayah perbatasan dan objek wisata guna memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas dan kenyamanan wisatawan selama musim libur natal dan tahun baru 2026.
"Selama libur natal dan tahun baru ini, Dishub Kota Bengkulu menurunkan 40 personel yang disiagakan di pos-pos pengamanan dan pelayanan, serta tergabung dalam Operasi Lilin Nala Polresta Bengkulu," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah.
BACA JUGA:
Ia menyebut bahwa anggota Dishub Kota Bengkulu juga akan melakukan patroli secara rutin di sejumlah titik keramaian yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
"Personel kami juga ditempatkan di beberapa titik keramaian, seperti kawasan wisata dan lokasi yang telah dipetakan berpotensi terjadi kepadatan, kemacetan, kerawanan, hingga kecelakaan lalu lintas," ujar dia.