JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, khususnya di kawasan wisata yang diperkirakan menjadi tujuan utama pengunjung dari luar Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, sejumlah destinasi telah dipetakan sebagai titik rawan kepadatan, mulai dari Ragunan, Monas, Ancol, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Selain itu, Setu Babakan, Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dipadati wisatawan.
"Kita antisipasi pada lokasi-lokasi wisata yang ada di Jakarta yang menjadi destinasi wisata masyarakat dari luar Jakarta berkunjung (saat periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026)," kata Syafrin kepada wartawan, Kamis, 18 Desember.
Syafrin menjelaskan pihaknya akan memprioritaskan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan wisata tersebut melalui penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Syafri menyebut koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan pengunjung yang bisa berdampak pada arus kendaraan, terutama pada jam-jam tertentu.
"Jadi tentu kita sudah koordinasikan untuk bagaimana pengaturan lalu lintasnya apabila terjadi crowd terkait dengan kunjungan masyarakat ke lokasi-lokasi wisata ini,” ucap Syafrin.
Lebih lanjut, Dishub DKI juga menyiagakan armada pendukung untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama masa libur.
Total puluhan unit kendaraan operasional disebar di titik-titik strategis. Rinciannya sebanyak 80 unit mobil derek disiagakan untuk pelayanan, 46 mobil akan berpatroli, dan 2 uni
"Total ada sekitar 80 unit derek yang nantinya akan difokuskan pada pelayanan. Termasuk ada 46 mobil patroli. Juga ada 2 unit VMS mobile yang nantinya akan melakukan pengaturan, memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan bagaimana pengaturan jika terjadi crowded," jelasnya.
BACA JUGA:
Skema rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan dapat berubah sesuai tingkat kepadatan. "Misalnya seperti contoh di Ragunan, kita akan melihat situasinya bisa saja dalam sibuk pagi itu satu arah masuk ke kawasan Ragunan dan sorenya itu biasanya akan ditetapkan juga satu arah. Jadi ini terus kita lakukan pemantauan di lapangan," lanjut Syafrin.
Selain kepadatan wisatawan, Dishub juga mewaspadai faktor cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga awal 2026. Hal ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan selama periode libur panjang.
"Sesuai dengan ramalan BMKG bahwa pada bulan Desember ini sampai Januari akan ada cuaca ekstrem. Hujan ekstrem dan tentu kita semuanya sudah koordinasikan secara baik dan siap tanggap untuk menghadapi kondisi apa," tutup Syafrin.