Bagikan:

JAKARTA - Pesawat pengisian bahan bakar udara milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) nyaris menabrak pesawat berpenumpang JetBlue Airways tujuan New York di langit Pulau Karibia.

USSOUTHCOM atau Komando Selatan AS yang bertanggung jawab terhadap operasi militer AS di Amerika Selatan dan Karibia mengatakan sedang menyelidiki insiden yang dapat membuat banyak korban sipil meregang nyawa ini.

“Kami menyadari laporan baru-baru ini mengenai operasi pesawat militer AS di Karibia dan saat ini sedang meninjau masalah tersebut,” kata Komando Selatan AS dalam pernyataan kepada ABC News, Senin 15 Desember.

Insiden ini nyaris terjadi lantaran pesawat militer AS yang berada dalam jalur penerbangan itu tidak menyalakan transponder saat pesawat JetBlue baru saja takeoff atau lepas landas dari Curaçao pada Jumat 12 Desember tersebut.

Curaçao diketahui berada di Pulau Karibia selatan yang dikuasai Belanda dan bertetangga dengan pesisir Venezuela.

Rekaman maskapai dan AT memperlihatkan dengan jelas kejadian.

Dalam rekaman tersebut terdengar, pilot JetBlue memberi tahu pengontrol lalu lintas udara bahwa mereka harus menghentikan proses lepas landas setelah pesawat militer AS tiba-tiba memasuki jalur penerbangan mereka dengan ketinggian yang sama -- "tepat di depan" dan "dalam jarak lima mil" dari pesawat JetBlue.

Pilot mengatakan pesawat militer AS itu menuju ke wilayah udara Venezuela. Namun, pengontrol lalu lintas udara mencatat tidak melihat pesawat militer di sekitar mereka, karena transpondernya pesawat militer AS itu dimatikan dan tidak mengirimkan lokasinya.

“Kita hampir mengalami tabrakan di udara di sini,” kata pilot, menurut rekaman ATC.

“Mereka lewat tepat di jalur penerbangan kita… Mereka tidak menyalakan transponder mereka; ini keterlaluan,” sambung pilot.