Bagikan:

JAKARTA - Pasar Induk Kramat Jati dilanda kebakaran pagi ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta untuk memprioritaskan penanganan darurat.

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim. Chico mengungkap, fokus utama penanganan diarahkan pada keselamatan pedagang, warga, dan petugas yang berada di lokasi kejadian.

"Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun Bapak Gubernur telah menginstruksikan ke jajaran untuk memprioritaskan keselamatan semua pihak yang terdampak," kata Chico kepada wartawan, Senin, 15 Desember.

Selain petugas pemadam, penanganan di lapangan melibatkan unsur kepolisian untuk pengaturan lalu lintas dan evakuasi, serta petugas medis untuk mengantisipasi penanganan korban luka ringan.

"Proses pemadaman diprioritaskan dengan strategi pencegahan penyebaran api ke area pasar lainnya, mengingat kawasan ini merupakan pusat distribusi pangan yang vital bagi masyarakat Jakarta," ujar Chico.

Chico mengimbau masyarakat, khususnya pedagan yang terdampak untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan menghindari area kebakaran demi kelancaran proses pemadaman.

"Kepada seluruh pedagang, warga, dan keluarga yang terdampak, kami menyampaikan solidaritas penuh dan komitmen untuk memulihkan aktivitas pasar secepat mungkin. Tetap tenang, patuhi imbauan petugas, dan hindari area kejadian demi keselamatan bersama," urainya.

Diketahui, kebakaran Pasar Induk Kramat Jati terjadi pada Senin, 15 Desember sekitar pukul 07.24 WIB. Saat api mulai berkobar, para pedagang dan warga sekitar panik. Sejumlah pedagang mencoba menyelamatkan sebagian dagangannya.

Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 19 unit mobil pemadam dengan 95 personel. Unit pertama tiba dan mulai memadamkan api pukul 07.29 WIB. Api berhasil dilokalisir pada pukul 08.06 WIB dan pendinginan dimulai pukul 08.20 WIB.

Informasi awal menyebutkan api diduga berasal dari area los pepaya dengan material semi-permanen yang mudah terbakar. Saksi di lokasi juga melaporkan terdengar suara ledakan sebanyak dua kali saat api mulai membesar.