ACEH - RSUD Aceh Tamiang sudah kembali membuka layanan pasien Unit Gawat Darurat (UGD) dan hemodialisa (cuci darah) mulai Selasa, 9 Desember. RSUD yang sebelumnya porak-poranda akibat banjir dan longsor kini sudah rapi dan siap digunakan berkat kerja keras lintas kementerian/lembaga.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra dalam video wawancara Kementerian Kesehatan, Rabu, 10 Desember. Andika menuturkan sambil menunggu semua ruangan betul-betul siap digunakan, pasien yang datang diupayakan untuk dilayani.
UGD juga akan melayani rawat inap bagi pasien yang memungkinkan dirawat di RSUD Aceh Tamiang. Andika berharap perlahan ruang ICU, laboratorium, hingga radiologi, bisa segera dibuka kembali untuk melayani pasien.
Tim dari TNI AL Kodaeral I Belawan Kapt Laut PM Suherman menyatakan RSUD Aceh Tamiang merupakan tempat yang vital, sehingga harus cepat dibenahi demi melayani masyarakat. Ia menjelaskan personel TNI bersama tim farmasi sudah memilah-milah obat yang masih bisa digunakan atau tidak.
Sejak pekan lalu pascabanjir, ratusan personel TNI bahu-membahu membersihkan RSUD Aceh Tamiang. Usai kejadian bencana, akses menuju RSUD Aceh Tamiang tertutup oleh kendaraan-kendaraan yang terbawa arus banjir, sehingga harus dipindahkan dengan digotong.
Selain itu, menurut keterangan Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, sebelumnya RSUD Tamiang tertutup lumpur dengan ketebalan lumpur 40 cm dan sudah mulai mengeras. Selain itu, kondisi seluruh barang dalam kondisi rusak dan porak-poranda akibat diterjang banjir.