SIMPANG EMPAT - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memutuskan menghentikan pencarian terhadap korban longsor yang tertimbun di Tinggam, Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau.
"Setelah dilakukan pencarian maksimal hingga hari ke 12 sejak kejadian dan juga sesuai persetujuan ahli waris korban maka pencarian dihentikan hari ini," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jhon Edwar, dan Koordinator Pos SAR Pasaman (OSC) Novi Yurandi di Simpang Empat, Rabu, 10 Desember dilansir ANTARA.
Menurut Bupati Yulianto, pencarian secara maksimal baik manual maupun menggunakan alat berat ekskavator sudah diupayakan. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Polri, TNI, PMI, relawan, serta masyarakat juga telah berupaya maksimal melakukan pencarian.
Namun, katanya, sesuai aturan dan persetujuan ahli waris korban maka diputuskan pencarian dihentikan.
"Meskipun pencarian korban dihentikan, pemantauan akan terus dilakukan oleh tim di bawah," tegasnya.
Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik tim gabungan maupun masyarakat yang ikut serta mencari korban.
Diketahui longsor di lokasi itu terjadi pada Jumat (28/11) sekitar pukul 04.00 WIB menimbun lima orang.
Dari lima orang itu, dua orang di antaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yakni Yelma Yunita (41) dan Raffael Gusti Pratama (7).
Sedangkan tiga korban lainnya, yakni Dian Fernanda (24), Amrizal (38), dan Nurhayati (35) masih belum ditemukan.