Bagikan:

ACEH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang kembali beroperasi setelah sempat lumpuh total akibat terendam banjir, meski pelayanan masih berjalan secara terbatas.

“Mulai hari ini IGD sudah bisa difungsikan. Kami sudah membuka pelayanan medis untuk sakit ringan dengan sistem rawat jalan,” kata Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, di Aceh Tamiang, Antara, Rabu, 10 Desember.

Ia menjelaskan pelayanan yang dibuka mencakup kasus-kasus ringan seperti luka sayatan akibat kaca, seng, maupun kecelakaan ringan. Pasien dengan penyakit kronis juga tetap dilayani, dan akan dirujuk ke RS Langsa atau Medan bila membutuhkan penanganan lanjutan.

“Ruangan kita belum memungkinkan untuk pasien opname, semua masih rawat jalan. Diperiksa kesehatan, diberi obat, selanjutnya pasien dirawat di rumah,” ujarnya.

Saat ini pihak rumah sakit bersama personel TNI/Polri dan PDAM setempat masih melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh ruangan, termasuk koridor. RSUD tipe B tersebut juga mendapat dukungan tenaga medis tambahan dari Sumatera Utara.

Sementara untuk kelistrikan, aliran PLN sudah kembali menyala meski belum stabil selama 24 jam penuh.

“Bila terjadi pemadaman masih ada genset dari PLN,” kata Andika.

Ia menyebut manajemen rumah sakit wajib memberikan laporan harian kepada Kementerian Kesehatan terkait progres pemulihan dan pelayanan medis.

Andika mengungkapkan bahwa 95 persen peralatan medis rusak akibat terendam banjir dan lumpur, termasuk obat-obatan yang tersimpan di lantai bawah.

Kondisi tersebut sempat membuat pelayanan lumpuh karena stok obat hampir habis, dan hanya mengandalkan obat yang tersisa di lantai dua.

“Hari ini kami sudah terima pasien kembali setelah IGD diaktifkan. Kami setiap hari diminta update oleh Kemenkes, termasuk soal kebersihan ruangan, tidak boleh ada jejak lumpur lagi,” ujar Andika.