JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang meminta warga negara Indonesia (WNI) di sejumlah wilayah di negara itu untuk memantau situasi dan mengikuti instruksi otoritas setempat, menyusul gempa bumi yang terjadi pada Senin malam Waktu setempat.
Dalam keterangan tertulisnya KBRI Tokyo menerangkan, gempa Magnitudo 7,5 yang berpusat di lepas pantai dengan kedalaman 54 Kilometer mengguncang Prefektur Aomori pada Hari Senin sekitar pukul 23:15 JST.
"Pemerintah Jepang saat ini menetapkan Tsunami advisories untuk wilayah Prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi dan Fukushima," tulis KBRI dalam keterangannya yang diterima VOI.id (9/12).
Lebih lanjut KBRI Tokyo menerangkan, "Gugus Tugas di Crisis Management Center pada kantor PM Jepang telah diaktifkan. Pihak Cabinet Office dan Japan Meteorological Agency (JMA) telah menyampaikan untuk waspada terkait kemungkinan terjadinya gempa susulan."
Berdasarkan data imigrasi Jepang Desember 2024, ada ratusan WNI di Prefektur Aomori dan belasan ribu lainnya di wilayah yang mendapatkan tsunami advisories.
"Jumlah WNI di Pref. Aomori diperkirakan sekitar 969 orang. Sementara jumlah WNI yang di prefektur yang mendapatkan tsunami advisories (Hokkaido, Iwate, Aomori, Miyagi, Fukushima) mencapai 15.536 orang," tulis KBRI.
"Hingga saat ini Selasa, 9 Desember 2025, pukul 07.00 JST belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban," lanjut KBRI.
Terkait situasi yang terjadi, KBRI Tokyo menyampaikan imbauan agar WNI di negara itu memantau situasi dan mengikuti instruksi yang disampaikan oleh otoritas resmi Jepang.
WNI juga diimbau untuk mempelajari rute evakuasi, mempersiapkan tas darurat, menyiapkan dokumen penting dan uang tunai secukup, serta menghubungi hotline KBRI Tokyo dalam keadaan darurat di nomor
+81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419.
Diberitakan sebelumnya,Pemerintah Jepang mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul otoritas meteorologi setempat menyebutkan kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa hari mendatang, usai gempa yang terjadi pada Senin malam.
Gempa dahsyat dengan magnitudo awal 7,5 melanda Jepang timur laut pada Senin malam. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Hokkaido serta Prefektur Aomori dan Iwate, sebelum mencabutnya beberapa jam kemudian.
Badan tersebut juga menyatakan, gempa yang terjadi pukul 23.15 di lepas pantai Pasifik Aomori pada kedalaman 54 kilometer tersebut meningkatkan kemungkinan gempa dengan magnitudo yang sama atau bahkan lebih besar akan melanda wilayah yang sama dalam beberapa hari mendatang, dikutip dari Kyodo News (9/12).
BACA JUGA:
Ini adalah pertama kalinya BMKG mengeluarkan peringatan seperti itu untuk wilayah pesisir Hokkaido dan pesisir Sanriku, yang membentang dari Aomori hingga Prefektur Iwate dan Miyagi.
Sementara itu, Kantor Kabinet mengimbau masyarakat untuk menjaga kesiapsiagaan khusus setidaknya selama seminggu, misalnya dengan menyediakan perlengkapan darurat agar mereka dapat mengungsi sewaktu-waktu jika diperlukan.
Gempa tersebut terjadi di area di sepanjang palung yang membentang di lepas pantai Hokkaido dan Jepang timur laut, tempat pemerintah memperingatkan akan terjadinya gempa besar yang disebabkan oleh lempeng Pasifik yang menunjam di bawah pulau utama Honshu, menurut badan tersebut.