TANJUNG SELOR — Rasa duka dan solidaritas mengalir dari Masjid Nur Aryaguna di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat 5 Desember.
Ratusan personel Polda Kaltara berkumpul dalam suasana penuh keheningan untuk melaksanakan salat Jumat, salat gaib, dan doa bersama bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Budi Rahmat mengungkapkan, Ibadah berjamaah yang dipimpin Ustaz Imam Hanafi itu diikuti sejumlah pejabat utama Polda Kaltara.
"Usai salat Jumat, para jamaah langsung melaksanakan salat ghaib, dalam suasana haru lantunan doa dipanjatkan untuk para korban yang meninggal dunia, sekaligus memohon keselamatan bagi warga yang masih terdampak di wilayah bencana," kata Kombes Budi.
"Doa bersama ini wujud empati dan kedekatan Polda Kaltara terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang dirundung musibah," lanjutnya.

BACA JUGA:
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI–Polri yang bekerja tanpa lelah di lapangan untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat.
“Semoga para petugas selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Budi menambahkan, doa bersama ini ditutup dengan dzikir yang dipanjatkan serempak, menghadirkan suasana teduh dan penuh keikhlasan.
"Polda Kaltara mengirimkan pesan bahwa kepedulian dan doa adalah kekuatan yang menyatukan bangsa di tengah duka," tutupnya