BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar), MQ Iswara, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk segera bergerak cepat menyediakan sistem peringatan dini (early warning system) dan memasifkan edukasi mitigasi bencana hingga ke pelosok-pelosok desa. Desakan ini disampaikan menjelang puncak arus pergerakan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Iswara meminta Pemprov Jabar tidak bersikap pasif, mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan curah hujan ekstrem yang berlanjut hingga Desember.
"Kami berharap pemerintah provinsi memberikan pemberitahuan sejak dini, memberikan edukasi terkait kondisi alam ini agar masyarakat lebih siap dan berhati-hati," kata Iswara di Bandung, Kamis (4/12).
Warga Diimbau Hindari Jalur Rawan
Menyusul rentetan bencana masif yang baru saja melanda wilayah Sumatera, Iswara meminta masyarakat yang berencana liburan akhir tahun untuk tidak memaksakan diri mengunjungi destinasi wisata atau melintasi jalur yang dikategorikan rawan bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA:
"Menjelang Natal dan Tahun Baru, kami mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk betul-betul mempersiapkan diri. Hindari daerah-daerah yang berpotensi terdampak kondisi alam yang tidak dapat diprediksi, mengingat curah hujan berada di atas rata-rata," ujar Iswara.
Iswara menegaskan bahwa musibah yang menimpa Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang menelan korban jiwa hingga sekitar 770 orang, harus menjadi alarm serius bagi warga Jabar agar tidak abai terhadap tanda-tanda alam saat bepergian.
Tiga Langkah Krusial untuk Pemudik
Iswara menekankan tiga langkah krusial yang wajib dilakukan oleh pemudik maupun wisatawan sebelum meninggalkan rumah:
Memantau secara berkala perkembangan cuaca resmi dari BMKG.
Selektif memilih destinasi yang dinilai aman dari potensi longsor atau banjir bandang.
Mempersiapkan dengan baik barang-barang kebutuhan darurat.
"Kita tentu tidak menginginkan musibah terjadi, tetapi kewaspadaan adalah kunci di tengah kondisi alam yang tidak biasa ini," tuturnya.
Terakhir, Iswara mewakili DPRD Jabar menyampaikan duka cita mendalam atas korban bencana di Sumatera. Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan distribusi bantuan mendesak, seperti makanan, kebutuhan bayi, dan obat-obatan, ke lokasi terdampak.