Bagikan:

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bergerak cepat memulihkan jaringan komunikasi di Sumatera Barat (Sumbar) yang lumpuh akibat banjir dan longsor. Upaya penanganan darurat difokuskan pada distribusi internet satelit Starlink dan perbaikan ratusan Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak.

Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kementerian Komdigi, Helmi, menyampaikan bahwa sebanyak 32 unit internet satelit Starlink telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Dukungan ini diberikan gratis untuk memastikan jalur komunikasi bagi penanganan darurat dapat terhubung kembali.

"Bantuan alat satelit internet ini gratis. Kami tegaskan penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya," ujar Helmi dalam keterangannya, dikutip, Jumat, 5 November 2025.

Selain penyediaan Starlink, Komdigi juga menangani gangguan pada BTS. Data per 3 Desember 2025 menunjukkan total 154 unit BTS mengalami gangguan dari total 3.739 unit di Sumbar, yang setara dengan sekitar 4% dari total keseluruhan.

Dari total gangguan tersebut, 124 unit di antaranya disebabkan oleh gangguan pasokan listrik, namun petugas telah mengerahkan genset. Sementara 29 BTS mengalami gangguan transmisi akibat putusnya koneksi fiber optik atau radio link, dan 1 BTS mengalami kerusakan fisik.

Sebaran BTS yang terdampak paling banyak berada di Kabupaten Agam (45 BTS), Pasaman (37 BTS), dan Padang Pariaman (18 BTS).

Komdigi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Sumbar berupaya mempercepat perbaikan jalur komunikasi. Rudi Rinaldi, Kepala Diskominfotik Sumbar, memastikan pendistribusian Starlink telah dikoordinasikan dengan BPBD setempat. Perangkat Starlink mampu menjangkau hingga 1 km dan dapat digunakan oleh 60 pengguna secara bersamaan, asalkan mendapat dukungan listrik dan tidak ada hambatan sinyal satelit.

Sebagai dukungan tambahan, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang, yang efektif menjangkau 9 hingga 10 kabupaten dan kota di Sumbar, dan telah dimanfaatkan oleh BPBD serta relawan komunikasi lainnya.