Bagikan:

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan pihaknya tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses seleksi dan rekrutmen pegawai Transjakarta. Hal ini merespons kasus penipuan lowongan kerja di Transjakarta oleh pelaku berinisial RP.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menegaskan, masyarakat diminta tak meladeni penawaran kerja dari siapapun yang mengatasnamakan Transjakarta dengan biaya tertentu.

"Kami menegaskan bahwa Transjakarta tidak pernah memungut biaya apa pun dari calon pelamar dalam seluruh tahapan proses seleksi dan rekrutmen. Apabila ada pihak yang meminta transfer dana, biaya akomodasi, atau imbalan lainnya, mohon segera diabaikan karena itu adalah penipuan," kata Ayu kepada wartawan, Kamis, 4 Desember.

Ayu mengimbau masyarakat dan para pencari kerja untuk berhati-hati terhadap informasi lowongan kerja yang beredar. Selain proses seleksi pegawai yang bebas biaya, Ayu juga menekankan informasi itu hanya disampaikan di kanal resmi.

Pelamar bisa mendapat informasi di situs web resmi PT Transportasi Jakarta di] https://karier.transjakarta.co.id/lowongan dan akun LinkedIn resmi Transjakarta.

"Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian materiil atau non-materiil yang dialami oleh masyarakat akibat penipuan yang memanfaatkan nama Transjakarta. Masyarakat diharap hanya berpegangan pada informasi dari kanal resmi kami," jelas Ayu.

Polsek Tebet mengamankan seorang pria berinisial RP (50), warga Bogor, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ia diduga terlibat kasus penipuan lowongan kerja dengan total kerugian korban mencapai sekitar Rp40 juta.

Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Murodhi menjelaskan bahwa RP diserahkan ke penyidik setelah Piket Reskrim Unit 1 menerima laporan dan membawa terduga pelaku pada Rabu 3 November 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu di daerah Kalibata Jakarta Selatan,” katanya dalam keterangan tertulis Kamis, 4 November 2025.

Dalam aksinya, RP menjanjikan korban bisa diterima kerja sebagai sekuriti, pramugara bus TransJakarta, dan sejumlah posisi lain. Para korban dimintai sejumlah uang dengan jumlah yang cukup besar.

“Korban diminta membayar sejumlah uang mulai dari Rp2 juta, sampai Rp4 juta, namun sampai sekarang ini para korban belum bekerja,” ujarnya.

Video penangkapan RP tersebar di media sosial (medsos). Dalam video terlihat suasana menegangkan. Para korban terlihat emosi di sekitar Pos Polisi Tebet Timur pada Rabu malam, sekitar pukul 20.05 WIB. Pelaku sempat dikeroyok massa.

Pelaku diamankan tak jauh dari Stasiun Tebet. Berdasarkan informasi awal, ia diduga menipu sejumlah korban hingga jutaan rupiah melalui tawaran kerja fiktif. Warga yang emosi sempat membuat situasi tegang.