JAKARTA - Petugas pemadam kebakaran Hong Kong menemukan puluhan jenazah pada Jumat dalam pencarian intensif di menara apartemen yang terbakar hebat. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 128 orang, dan banyak yang masih hilang.
Petugas tanggap darurat menemukan beberapa alarm kebakaran di apartemen tersebut—yang dihuni banyak lansia— tidak berbunyi saat diuji, kata Andy Yeung, direktur Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong.
Sementara itu, lembaga antikorupsi mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan korupsi terkait proyek renovasi di kompleks tersebut.
Api menjalar dengan cepat dari satu gedung ke gedung berikutnya ketika perancah bambu yang dilapisi jaring dan panel busa yang tampaknya dipasang oleh sebuah perusahaan konstruksi terbakar.
Pada Jumat, 28 November, petugas memprioritaskan apartemen-apartemen yang menerima panggilan darurat selama kebakaran tetapi tidak dapat dijangkau pada jam-jam ketika api berkobar tak terkendali.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mengendalikan api, dan api baru sepenuhnya padam pada Jumat pagi.