JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku kaget dan heran mengapa sampai sekarang pembenahan infrastruktur di kawasan Jakarta Internatiomal Stadium (JIS) tak kunjung selesai.
Padahal, ia dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memimpin Jakarta selama lebih dari setengah tahun. JIS pun telah diresmikan dan beroperasi secara fungsional sejak tahun 2022. Di mana, telah terjadi pergantian gubernur dan penjabat (Pj) gubernur di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya jujur, saya baru enam bulan di Jakarta. Begitu saya lihat ini, kaget saya. Uh, ternyata belum selesai ini tempat," kata Rano dalam focus group fiscussion (FGD) terkait pengembangan kawasan JIS di gedung Dinas Teknis Jatibaru, Jakatta Pusat, Kamis, 27 November.
Rano menyebut pembangunan JIS pada era mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan capaian penting bagi Jakarta. Namun ia menekankan masih ada PR yang mengakibatkan pengembangan kawasan stadion terhambat.
"Kami bersyukur era Gubernur Anies membangun stadion JIS, tapi memang kita juga melihat banyak kendala yang belum bisa dilengkapi karena ada fase-fase yang memang tidak selesai, sehingga menjadi stuck," tutur Rano.
Pengembangan stadion bertaraf internasional di Tanjung Priok itu, menurut Rano, menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI. Sebab, JIS saat ini telah menjadi markas klub sepak bola Persija Jakarta dan sebagai salah satu daya tarik kota.
Sementara itu, Pemprov DKI saat ini juga memiliki tugas lain seperti pelaksanaan program pengendalian banjir seperti normalisasi sungai hingga pembangunan tanggul pengaman pantai dan laut.
"Pertanyaannya, kapan kita mau selesaikan? Sementara ini belum selesai, Jakarta sudah punya penugasan Giant Sea Wall. Berarti ini perlu dibahas di sini. Walaupun mungkin wallahu alam kapan dimulainya Giant Sea Wall," urai Rano.
Lebih lanjut, Rano menyebut rencana pengembangan kawasan JIS selaras dengan arah kebijakan dalam rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025–2029. Fokusnya meliputi integrasi transportasi, peningkatan konektivitas jalan, penyediaan ruang aktivitas olahraga dan budaya, hingga pembangunan lingkungan kota yang lebih inklusif.
“Kami terus berupaya untuk mengembangkan sistem transportasi integrasi yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan konektivitas, serta menghadirkan ruang kota yang mendukung aktivitas olahraga, budaya, dan pariwisata," ujar Rano.
"Kemudian, membangun kota inklusif dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, termasuk pejalan kaki, pesepeda, dan penyandang disabilitas," lanjutnya.
Rano berharap FGD yang digelar hari ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperbaiki layanan transportasi publik, konektivitas kawasan, serta integrasi JIS dengan berbagai moda transportasi.
BACA JUGA:
"Saya mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi secara aktif, menghasilkan rekomendasi yang konkret, aplikatif, dan berkelanjutan agar berdampak nyata bagi peningkatan layanan transportasi publik, perbaikan konektivitas jaringan jalan, serta integrasi kawasan strategis JIS dengan berbagai moda transportasi," imbuhnya.