Bagikan:

BADUNG - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan perbaikan/renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni pada 2026.

Menteri Ara mengatakan pada tahun ini tercatat 45 ribu rumah tidak layak huni yang sudah direnovasi.

“Presiden Prabowo itu luar biasa, tahun ini hanya 45 ribu anggaran APBN untuk merenovasi rumah yang tidak layak huni. Tapi, tahun depan menjadi 400 ribu, naiknya besar sekali, itu membuktikan Presiden Prabowo sangat pro rakyat, bagaimana rumah-rumah kumuh tahun depan ada 400 ribu," kata dia di Jimbaran, Badung, Bali, Senin, 24 November.

"Tentu semakin lama, kita berharap dari tahun ke tahun, kayak tahun ini 45 ribu, tahun depan 400 ribu, naiknya kan sekitar 8 kali lipat lebih, inilah kita akan renovasi rumah-rumah rakyat yang kumuh, yang tidak layak huni supaya jadi layak," imbuhnya.

"Tahun depan anggaran kita meningkat 100 persen. Iya anggaran kementerian kami dinaikkan oleh Presiden Prabowo dan DPR 100 persen," katanya.

Sementara itu, untuk warga yang tidak memiliki hunian, pemerintah mengganggarkan pembangunan 350 ribu rumah.

"Nah biasanya itu 200 ribuan, setahun dinaikkan kuotanya dari 220 ribu, menjadi 350 ribu, terbesar sepanjang sejarah ada Republik Indonesia. Sudah itu BBHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) gratis, PBG-nya (Persetujuan Bangunan Gedung) gratis. Tapi buat rakyat kecil, kalau menengah keatas harus bayar. Jadi kebijakan itu harus adil," ujarnya.