JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa salah satu prioritas Indonesia dalam COP30 yakni memastikan adaptasi iklim mendapatkan perhatian setara dengan mitigasi.
"Indonesia mendorong kejelasan komitmen pendanaan adaptasi global yang wajib tercantum dalam teks keputusan, termasuk mandat tripling pendanaan yang sebelumnya disepakati," kata Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudijanto dilansir ANTARA, Minggu, 23 November.
Menurut dia, hilangnya paragraf terkait angka pendanaan adaptasi dalam teks terbaru menjadi perhatian serius Indonesia karena dapat melemahkan arah implementasi global.
"Indonesia berada di garis depan memperjuangkan agar keputusan COP30 benar-benar memberikan arah implementatif. Tanpa kejelasan pendanaan, negara-negara rentan akan semakin tertinggal menghadapi krisis iklim yang kian nyata," kata Ary Sudijanto.
Indonesia juga menyampaikan catatan penting terkait definisi progresif gender yang muncul dalam draf keputusan.
Dia menambahkan, Indonesia menekankan konsep tersebut hanya dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi negara masing-masing.
BACA JUGA:
Diplomasi dilakukan melalui pertemuan bilateral Indonesia dengan Presidensi Brasil, yang sebagian besar masukan Indonesia telah diakomodasi dalam rancangan terbaru.
Konferensi Perubahan Iklim Ke-30 Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) berlangsung sejak 10 November hingga 21 November 2025 di Belèm, Brasil.