LAMPUNG TIMUR - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Gedung Koleksi Baru di Taman Purbakala Pugungraharjo, Lampung Timur, Jumat, 21 November. Fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelindungan dan penyajian artefak prasejarah dari situs yang menyimpan tinggalan budaya dari masa megalitik hingga perundagian.
Dalam sambutannya, Fadli menegaskan gedung koleksi ini menjadi fondasi penting bagi riset dan pelestarian sejarah panjang kawasan selatan Sumatra. “Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa. Rentang waktunya panjang, dari jutaan hingga puluhan ribu tahun lalu,” ujarnya.
Menbud Fadli juga menekankan penataan lingkungan, ekskavasi arkeologi, dan revitalisasi area situs harus dimanfaatkan publik dan menjadi kerja bersama untuk menjaga warisan budaya Lampung Timur.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Iskandar Mulia Siregar, menyebut revitalisasi gedung koleksi merupakan bagian dari pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya sesuai amanat UU Pemajuan Kebudayaan. “Ini langkah awal untuk pelestarian berkelanjutan,” katanya.
BACA JUGA:
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menilai revitalisasi ini menghidupkan kembali nilai pada setiap artefak dan membantu menjaga memori kolektif masyarakat. Ia juga menyampaikan pembangunan infrastruktur di Lampung terus dikebut untuk memperkuat daya ungkit ekonomi daerah.
Gedung koleksi baru ini memungkinkan penataan dan penyajian temuan arkeologi dengan standar pelestarian modern, sehingga publik mendapatkan narasi arkeologis yang lebih informatif.
Peresmian ini juga dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliah, serta sejumlah pemangku adat dan pejabat daerah.
Usai peresmian, Fadli meninjau kawasan situs seluas 33 hektare, melihat punden berundak dan temuan terbaru hasil ekskavasi arkeologi.