JAKARTA - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, menyatakan siap dan terbuka jika dilakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait dugaan pakan satwa yang dibawa pulang oleh petugas, sebagaimana viral di media sosial Threads.
“Iya, kami sangat terbuka jika ada sidak,” kata Kepala Humas TMR, Wahyudi Bambang, saat dihubungi di Jakarta, Antara, Senin, 17 November.
Pernyataan tersebut menanggapi unggahan viral di media sosial X yang menuding adanya dugaan korupsi pakan satwa melalui praktik membawa pulang daging oleh petugas.
Terkait hal itu, pihaknya juga siap menerima kedatangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memastikan langsung kebenaran isu tersebut.
“Rencananya, Pak Gubernur akan meninjau ke Ragunan,” ujar Wahyudi.
Ia kembali menegaskan bahwa penyediaan pakan satwa telah dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk aspek kesehatan dan perawatan harian. Karena itu, informasi yang tersebar dalam unggahan viral tersebut dinilai tidak benar dan tidak mencerminkan kondisi faktual di TMR.
Wahyudi menjelaskan bahwa seluruh tahapan penyediaan pakan — mulai dari pengadaan bahan, penyiapan, hingga pemberian kepada satwa — berada di bawah pengawasan kurator, dokter hewan, nutrisionis, pengelola pakan, serta perawat satwa.
Sebelumnya, sebuah postingan di platform Threads viral karena menuduh adanya korupsi pakan di TMR hingga menyebabkan satwa tampak kurus. Dalam unggahan tersebut disebutkan dugaan bahwa setiap hari 10 kilogram daging sapi dan 10 ekor ayam dibawa pulang dan dijual kembali oleh petugas.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah merespons isu tersebut dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.