Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengeluhkan soal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri kepada Kepala Ban Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Pasalnya, Yahya mendapat laporan banyak kepala satuan polisi di sejumlah daerah yang bergerilya ke sekolah-sekolah sehingga berbenturan dengan SPPG yang dikelola masyarakat. 

"Ini kehadiran SPPG dari Polri ini di lapangan menimbulkan masalah pak kepala. Sebab untuk mendapatkan penerima manfaat, banyak Kapolri (kepala polisi setempat, red) yang gerilya ke sekolah-sekolah, jadi ini benturan dengan SPPG yang sudah dikelola oleh masyarakat," ujar Yahya dalam rapat bersama BGN di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 November. 

Yahya pun meminta Wakil Kepala BGN, Brigjen Sony Sanjaya untuk melakukan penertiban agar tidak ada tumpang tindih distribusi MBG antara SPPG Polri dengan SPPG yang dikelola masyarakat.  

"Jadi SPPG yang sudah kerja sama dengan sekolah, ini disuruh pindah oleh polisi. Ini banyak kasus-kasus ini pak. Ini yang melaporkan ke saya itu di Grobogan dan Brebes. Jadi ini pak Sony tolong, karena pak Sony dari Polri, tertibkan pak," kata legislator Golkar itu. 

"Jangan sampai yang sudah kerja sama dengan SPPG tertentu, karena diminta dipaksa oleh Polres, pindah.  Sehingga mengurangi jatah dari SPPG yang sudah berjalan. Jadi kalau ini dimonitor dengan baik, nanti tidak akan terjadi tumpang tindih," sambungnya. 

Yahya menilai, kedatangan polisi di sekolah menimbulkan ketakutan di masyarakat. Karenanya masyarakat juga khawatir dalam melakukan penyaluran MBG. 

"Jadi kalau polisi yang datang, masyarakat takut pak. Apalagi kalau ditakut-takuti pakai seragam. Menurut saya ini sangat merisaukan di lapangan, karena ada dua daerah melaporkan ke saya," kata Yahya.