Bagikan:

JAKARTA - Kremlin mengklaim ingin perang Ukraina berakhir sesegera mungkin, tetapi upaya untuk menyelesaikannya telah terhenti.

Dilansir Reuters, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump pekan lalu, yang mengatakan keinginannya perang akan berakhir dalam waktu dekat.

Peskov menegaskan kembali posisi Kremlin perang dapat berakhir setelah Rusia mencapai tujuannya, dan Rusia lebih suka melakukannya melalui cara politik dan diplomatik.

"Namun saat ini ada jeda, situasinya macet. Macet bukan karena kesalahan kami," ujarnya serraya menyalahkan Ukraina pada Senin, 10 November.

Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa menolak tuduhan Moskow mereka menghalangi upaya perdamaian. Tidak ada pembicaraan tatap muka antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak 23 Juli.

Trump telah mencoba membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk bertemu, tetapi Kremlin mengatakan pertemuan puncak semacam itu hanya dapat berlangsung di Moskow - syarat yang ditolak Zelenskyy.

Zelenskyy  berulang kali mengatakan ia tidak yakin Putin serius dalam mengupayakan perdamaian.

Sementara Peskov mengatakan Kyiv-lah yang tidak ingin melanjutkan pembicaraan.

"Mereka dibujuk dengan segala cara oleh Eropa, yang percaya bahwa Ukraina dapat memenangkan perang dan mengamankan kepentingannya dengan cara militer," ujarnya.

Dia mengatakan hal itu adalah delusi yang mendalam, mengingat situasi di medan perang.

Menjelang akhir tahun keempat perang, Rusia menguasai sekitar 19% wilayah Ukraina dan sedang berupaya keras untuk merebut kota Pokrovsk dan Kupiansk.