Bagikan:

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap Komisi Percepatan Reformasi Polri yang anggotanya baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto, mampu menjawab harapan masyarakat soal transformasi kepolisian.

“Harapan besarnya adalah polisi kita semakin lama semakin profesional, semakin lama semakin memberikan manfaat penuh terhadap masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam dilansir ANTARA, Jumat, 7 November.

Selain itu, komisi yang diketuai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003–2008 Jimly Asshiddiqie itu juga diharapkan melibatkan partisipasi masyarakat dan keterbukaan kepada publik.

Terkait partisipasi, menurut Anam, komisi harus mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Kami berharap mekanisme kerjanya melibatkan publik. Jadi, mendengarkan suara publik, meminta pendapat publik, dan sebagainya,” katanya.

Terkait keterbukaan, Anam berpendapat nilai tersebut dapat menjadi modalitas untuk mengakselerasi perubahan-perubahan yang lebih baik.

“Semangat yang sudah ada di kepolisian untuk keterbukaan, reformasi atau transformasi ini kami kira bisa menjadi akselerasi untuk memperteguh komitmen kepentingan bersama, yaitu polisi kita semakin profesional, semakin akuntabel, problem-problem culture yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat juga bisa terselesaikan,” tuturnya.

Pada Jumat sore, Presiden Prabowo Subianto melantik sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, yang diketuai oleh Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003–2008 Jimly Asshiddiqie.