JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengimbau pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) meningkatkan kewaspadaan dan keamanan menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2026.
Imbauan ini disampaikan Nasir Djamil menanggapi peristiwa ledakan yang terjadi di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Nasir menilai, aksi teror ledakan di sekolah ini menjadi peringatan bagi pemerintah, khususnya aparat penegak hukum untuk mengantisipasi aksi teror yang ingin mengacaukan keamanan dalam negeri saat malam natal dan malam tahun baru.
“Di satu sisi kita akui bahwa aksi teror ini membuat kita seperti kecolongan. Namun di sisi lain, juga semacam peringatan untuk negara, agar mewaspadai jaringan-jaringan terorisme atau kelompok kriminal yang disinyalir ingin mengacaukan keamanan dalam negeri menjelang Natal dan tahun baru," ujar Nasir kepada VOI, Jumat, 7 November.
Legislator PKS dari Dapil Aceh itu pun menduga ada pihak yang sengaja ingin bermain api dan mengadu domba antar umat beragama.
Apalagi, menurutnya, belum ada kasus ledakan yang terjadi di dalam lingkungan sekolah, kecuali di SMAN 72 Kelapa Gading.
"Patut diduga, sepertinya ada pihak yang ingin bermain api dan mengadu domba antarumat beragama dalam kasus ledakan di sekolah menengah atas tersebut," ungkap Nasir.
"Dalam ingatan saya, belum pernah ada kasus ledakan di dalam masjid komplek sekolah, kecuali di SMAN 72," sambungnya.
BACA JUGA:
Nasir pun meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melalui Densus 88 Anti-teror Polri untuk segera menyelidiki dalang dibalik peristiwa ledakan itu. Ia juga meminta pihak berwenang menjelaskan motif atas ksi tersebut.
"Kami minta agar ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait siapa dan apa motivasi pelaku melakukan aksi teror tersebut. Apakah dia bagian dari jaringan terorisme atau “serigala sendiri”," kata Nasir.
Menurut anggota komisi yang membidangi hukum tersebut, penjelasan pihak berwenang sangat penting diketahui publik agar menimbulkan ketenangan.
"Terutama bagi murid-murid sekolah yang mengalami trauma paska kejadian tersebut," pungkasnya.