Bagikan:

JAKARTA - Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa pada Hari Jumat memuji keputusan Dewan Keamanan PBB untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan kepadanya dan Menteri Dalam Negeri Anas Khattab, menyebutnya sebagai "langkah ke arah yang benar" setelah 14 negara anggota memberikan suara mendukung langkah tersebut.

Resolusi rancangan AS tersebut disahkan pada Hari Kamis dengan 14 suara mendukung, sementara China memilih abstain.

"Ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama Dewan Keamanan menyepakati sesuatu; untungnya, itu terkait dengan Suriah," kata Presiden al-Sharaa dalam wawancara dengan Asharq News TV di sela-sela KTT iklim COP30 di Brasil, melansir Anadolu 7 Oktober.

"Tidak masuk akal bagi seorang kepala negara untuk tetap dikenai sanksi sementara mempertahankan hubungan yang luas dengan semua negara yang terlibat," tambahnya.

Lebih lanjut Presiden al-Sharaa mengatakan Suriah telah berhasil membangun konsensus di antara negara-negara yang jarang sepakat mengenai isu-isu global, dan memuji langkah tersebut sebagai "tanda positif yang dapat menjadi awal penyelesaian banyak masalah yang belum terselesaikan di dunia."

Ia memuji beberapa negara atas dukungannya terhadap upaya diplomatik yang berujung pada pencabutan sanksi terhadap Suriah, termasuk Arab Saudi, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Presiden al-Sharaa mengatakan, Ia berharap dapat membahas masa depan hubungan AS-Suriah dengan Presiden Donald Trump selama kunjungannya ke Gedung Putih Senin depan.