Bagikan:

DEPOK – Produsen air minum dalam kemasan AQUA mendorong Generasi Z agar lebih kritis menghadapi derasnya arus informasi di media sosial. Hal itu disampaikan Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, dalam acara Studium Generale bertajuk Bedah Buku Komunikasi Krisis Digital di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia (UI), Kamis (6/11).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen ini menghadirkan empat narasumber lintas bidang komunikasi: Arif Mujahidin, pakar komunikasi digital Rulli Nasrullah, Tenaga Ahli KPU RI Diah Widyawati, serta CEO Makaravox Jojo Suharjo sebagai moderator.

Dalam sesi diskusi, Arif menegaskan pentingnya literasi informasi dan tanggung jawab bersama dalam menyaring arus informasi digital yang sering kali didominasi oleh noise atau kebisingan. “Kami memilih jalur edukasi dan keterbukaan. Kami menjelaskan isu-isu secara langsung kepada publik melalui media, kanal digital, dan forum akademik seperti ini,” ujar Arif.

Ia juga meluruskan kesalahpahaman publik terkait sumber air AQUA. Menurut hasil penelitian hidro isotop, sumber air AQUA berasal dari sistem hidrogeologi pegunungan, bukan air tanah biasa. “DNA airnya identik dengan air hujan yang tersimpan di akuifer pegunungan. Jadi, pengeboran hanya cara untuk mengakses air dari sistem pegunungan, bukan mengambil air tanah sembarangan,” jelasnya.

Untuk menjaga kelestarian sumber air, AQUA menerapkan konservasi terintegrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS). Program ini meliputi penanaman pohon, pembuatan sumur resapan, pertanian regeneratif, serta inisiatif Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) guna menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mahasiswa seputar strategi komunikasi dan pengelolaan krisis digital. “Penjelasan Pak Arif menjawab kesalahpahaman saya tentang sumber air AQUA dan membuka wawasan soal komunikasi industri,” ujar salah satu mahasiswa.

Moderator Jojo Suharjo menilai diskusi ini menjembatani teori dan praktik komunikasi krisis di lapangan. Sementara Kaprodi Humas Vokasi UI, Mareta Maulidiyanti, menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini bagi mahasiswa. “Kami ingin melahirkan generasi komunikator muda yang kritis, adaptif, dan tidak mudah terpengaruh misinformasi,” ujarnya.