JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Job Fair Penyandang Disabilitas 2025 sebagai upaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional dan menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI menghadirkan kesempatan kerja yang setara bagi semua warga, termasuk kelompok difabel.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, pemberdayaan penyandang disabilitas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan kelompok tersebut memperoleh akses dan kesempatan yang sama di dunia kerja.
"Kenapa ini secara konkret kita adakan? Karena saya meyakini bahwa inilah yang sebenarnya dibutuhkan secara riil di lapangan. Maka dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, pemerintah Jakarta betul-betul berkeinginan untuk membuat ekosistem ketenagakerjaan Jakarta yang inklusif dan berkeadilan," ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin, 3 November.
Pramono mengatakan, Jakarta menjadi salah satu kota besar di dunia yang memberikan perlakuan khusus bagi kelompok disabilitas. Pemerintah, kata dia, terus memperluas fasilitas publik yang ramah disabilitas dan memastikan kehadiran negara dalam setiap aspek kehidupan mereka.
"Memang di Jakarta sekarang ini kelompok yang disabilitas benar-benar saya berkeinginan mendapatkan perhatian secara khusus dari pemerintah dan pemerintah harus hadir. Bahkan kalau kita naik transportasi di Jakarta, sekarang ini disabilitas termasuk 15 golongan yang kita gratiskan. Mau naik MRT, LRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya," tuturnya.
Lebih lanjut, Pramono menyinggung capaian ekonomi Jakarta yang tumbuh 5,18 persen dan berkontribusi 16,61 persen terhadap PDB nasional. Dengan pertumbuhan tersebut, ia menekankan agar hasil pembangunan juga dapat dirasakan kelompok disabilitas melalui kesempatan kerja dan peningkatan keterampilan.
"Pertumbuhan itu harus merata, pertumbuhan itu harus memberikan manfaat dan kegunaan, termasuk bagi pemegang kartu disabilitas, mereka betul-betul kalau ingin menggunakan kartunya itu bisa apa saja," kata Pramono.
Pramono menyebut, job fair khusus disabilitas ini telah digelar sebanyak 13 kali dengan hasil nyata. Hingga kini, sekitar 150 pencari kerja disabilitas telah berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
"Yang seperti-seperti itulah yang kemudian harus dilakukan, termasuk apa yang kita sebut dengan upskilling, karena tidak semua disabilitas mempunyai kesempatan untuk melakukan pelatihan kerja sebelumnya," ungkapnya.
Ia pun meminta Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta untuk memperluas program pelatihan atau upskilling bagi penyandang disabilitas yang belum bekerja agar mereka memiliki kompetensi baru dan lebih siap bersaing di pasar kerja.
"Kalau mereka belum mendapatkan pekerjaan, lebih baik kita lakukan latihan-latihan di balai latihan kita untuk yang disebut dengan upskilling," tambah Pramono.
Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta Syaripudin, menjelaskan bahwa kegiatan Job Fair Disabilitas 2025 mengangkat tema “Peluang Tanpa Batas, Peluang Tanpa Batas Membuka Jalan untuk Semua”. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Nasional yang jatuh pada 3 Desember mendatang.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah DKI Jakarta dalam mewujudkan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan," ujar Syaripudin.
BACA JUGA:
Sebanyak 21 perusahaan turut berpartisipasi dalam pameran bursa kerja dengan menyediakan 107 peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Selain rekrutmen langsung, terdapat pula kegiatan upskilling yang diikuti 80 peserta dengan pelatihan di berbagai bidang seperti digital marketing, public speaking, membatik, daur ulang sampah, hingga desain grafis.
Tak hanya itu, acara ini juga menampilkan pameran UMKM dari lima pelaku usaha disabilitas serta live showcase pelatihan Mobile Training Unit (MTU) dari Pusat Pelatihan Kerja Daerah yang diikuti 20 peserta.