JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, mendorong Pemprov DKI Jakarta membangun sistem pengawasan digital untuk mendeteksi penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos), terutama yang disalurkan kepada warga penerima manfaat.
Menurut Rany, penyalahgunaan Bansos untuk aktivitas seperti judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) menjadi persoalan serius yang perlu segera diantisipasi.
Ia menilai, fenomena ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memicu persoalan sosial di tingkat keluarga dan masyarakat.
"Judol dan Pinjol ini sudah jadi masalah se-Indonesia. Kita enggak bisa anggap enteng," kata Rany Senin, 3 November.
Rany menekankan pentingnya formulasi kebijakan agar Bansos benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuannya. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah menyiapkan mekanisme tracking atau pemantauan penggunaan dana bantuan secara real time, sehingga potensi penyalahgunaan dapat dicegah sejak awal.
"Mudah-mudahan ada mekanisme tracking," ujar dia.
Menurutnya, bila terbukti ada penerima yang menggunakan dana Bansos untuk berjudi online, maka pemerintah perlu mempertimbangkan sanksi tegas, termasuk pemblokiran akun penerima bantuan.
Rany memastikan DPRD DKI siap berkolaborasi dengan Pemprov DKI dan lembaga terkait untuk memperkuat sistem digitalisasi penyaluran Bansos. Tujuannya agar proses distribusi bantuan menjadi lebih transparan dan tepat sasaran, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan dana publik.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat sebanyak 602.419 warga Jakarta terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang 2024 dengan nilai transaksi mencapai Rp3,12 triliun.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 15.033 di antaranya tercatat sebagai penerima bansos.
BACA JUGA:
"Terdapat 15.033 warga DKI Jakarta sebagai penerima bansos yang masuk ke daftar pemain judi online periode tahun 2024. Total nominal transaksi judol dari kelompok ini sejumlah Rp67 Miliar dalam 397 ribu kali transaksi sepanjang tahun 2024," jelas Ivan, beberapa waktu lalu.