AMBON - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Maluku, melaporkan empat penyelam bersama seorang pengemudi perahu panjang (longboat) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Pulau Toba, Kabupaten Kepulauan Aru, sejak 31 Oktober 2025, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kecelakaan longboat ini berawal dari Aliando Pantolosan (35) selaku pengemudi perahu panjang yang membawa empat penyelam dari Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, menuju Perairan Toba pada 31 Oktober 2025 sekitar pukul 16.00 WIT,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, di Ambon, Antara, Minggu, 2 November.
Empat penyelam tersebut diketahui bernama Stevlimangot (44), Yusuf Fordatkosu (39), Kevin Lewir (42), dan Teddi Tuatanasi (45). Mereka dijadwalkan melakukan penyelaman pada 1 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIT.
Menurut Arafah, kegiatan penyelaman berlangsung sesuai jadwal, di mana keempat penyelam turun ke laut, sementara Aliando menunggu di atas longboat. Namun, secara tiba-tiba perahu diterpa cuaca buruk berupa angin kencang dan kabut tebal. Akibatnya, Aliando kehilangan arah dan tanpa disadari posisinya menjauh dari lokasi penyelaman.
Sekitar pukul 13.00 WIT, keempat penyelam naik kembali ke permukaan, namun tidak menemukan longboat mereka. Beruntung, para penyelam berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat.
Sementara itu, keberadaan Aliando dan longboat belum diketahui sehingga Basarnas menerima laporan untuk melakukan operasi pencarian.
“Pada 1 November 2025 pukul 16.40 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR Kepulauan Aru bergerak menggunakan RIB menuju lokasi kejadian di koordinat 5°22'55.51"S - 134°27'41.42"E, berjarak sekitar 29,82 mil laut arah timur laut dari Unit Siaga SAR Dobo,” ujar Arafah.
Sekitar satu jam kemudian, pada pukul 17.57 WIT, Basarnas menerima laporan bahwa korban telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan nelayan asal Desa Gulilit dalam keadaan selamat di koordinat 5°42'40.33"S - 134°12'32.49"E, berjarak 26,35 mil laut arah barat daya dari lokasi awal kejadian.
BACA JUGA:
“Longboat milik korban juga masih berfungsi dan bisa digunakan kembali untuk melanjutkan perjalanan ke Dobo bersama para penyelam,” tambah Arafah.