JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyadari masyarakat dan pengguna jalan terganggu dengan bus-bus Transjakarta yang parkir di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Bus Transjakarta tersebut parkir di pinggir Jalan Panglima Polim dan sekitarnya karena belum melayani penumpang.
"Kalau kita lihat, apa yang menjadi persoalan Blok M? Langsung saja saya bisa melihat ini parkir mobil Transjakarta pasti mengganggu," kata Pramono di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 27 Oktober.
Pramono menegaskan akan memerintahkan PT Transjakarta untuk menertibkan bus-bus Transjakarta yang sering parkir di pinggir jalan kawasan Blok M agar tak lagi mengganggu lalu lintas.
"Sudah lah, nanti tanggung jawab kami untuk bisa mengatur kembali supaya yang seperti ini sudah tertib," ujar Pramono.
Blok M menjadi salah satu kawasan yang menjadi perhatian Pramono selama memimpin Jakarta. Pramono ingin menjadikan Blok M sebagai episentrum atau titik temu interaksi masyarakat hingga kegiatan komersial lainnya.
"Di Blok M ada Blok M Hub. Tempat orang dari berbagai melting pot itu datang ke Jakarta kultur yang berbeda-beda. Kemudian, akan ada Taman Literasi yang akan buka 24 jam. Kemarin, perpustakaannya juga saya sudah setujui, dibuka 24 jam," jelas Pramono.
Karena itu, Pemprov DKI juga terus menambah rute-rute transportasi umum dari dan menuju Blok M, seperti layanan Transjabodetabek dengan rute Blok M-Bogor, Blok M-Alam Sutera, hingga Blok M-PIK 2.
"Sekarang ini hampir semua fasilitas mengarah ke Blok M. Kenapa itu kami lakukan? Memang kami berkeinginan membuat Blok M ini hidup dan semarak kembali," tutur Pramono.
BACA JUGA:
Mengingat banyaknya layanan transportasi seperti Transjakarta dan MRT Jakarta yang melintasi kawasan Blok M, Pramono pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan angkutan umum, seiring dengan penataan lalu lintas dan parkir yang akan dilakukan.
"Karena di Blok M ini naik transportasi umumnya gampang dan mudah, datanglah ke Blok M pakai transportasi umum. Pasti enggak macet," imbuhnya.