SERANG – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya menjadikan potensi budaya Banten sebagai kekuatan ekonomi dan aset masa depan bangsa. Hal itu disampaikan saat menghadiri Temu Wicara: Merawat Budaya dan Nilai Luhur di Kawasan Banten Lama, yang diinisiasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII, Minggu, 26 Oktober.
Menurut Menbud Fadli, pelestarian budaya tak bisa berhenti pada aspek perlindungan. Budaya harus dikembangkan, dimanfaatkan, dan dibina agar memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkuat jati diri bangsa. “Warisan budaya bukan hanya untuk dijaga, tapi juga dimajukan agar menjadi bagian dari industri budaya masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat pendaftaran dan perlindungan dua ranah besar warisan budaya: benda dan tak benda. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menambahkan, Pemerintah Kota Serang tengah menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) untuk memastikan kebudayaan masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. “Kita ingin menjadikan kebudayaan sebagai pilar pembangunan. Kuncinya kolaborasi, bukan siapa paling hebat,” katanya.
BACA JUGA:
Sementara itu, tokoh keluarga bangsawan Banten, Ferry Ardianto Djajadiningrat, mengingatkan pentingnya menjaga makna di balik benda pusaka. “Pelestarian bukan hanya menyimpan, tapi menuturkan. Jika dituturkan, dia hidup kembali lewat cerita dan pendidikan,” ucapnya.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari unsur pemerintah, pelaku budaya, seniman, akademisi, mahasiswa, dan komunitas seni. Menbud Fadli Zon hadir bersama Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan serta Kepala BPK Wilayah VIII Lita Rahmiati.
Diskusi berlangsung dinamis dan menegaskan bahwa pelestarian budaya memerlukan keseimbangan antara kebijakan nasional, dukungan daerah, dan partisipasi masyarakat. “Merawat budaya bukan menjaga masa lalu, tapi menyiapkan masa depan yang berakar pada jati diri bangsa,” kata Fadli.