Bagikan:

JAKARTA - Seorang tentara Korea Utara telah ditahan setelah melintasi perbatasan yang dijaga ketat pada Hari Minggu, kata Kepala Staf Gabungan (JCS), pembelotan pertama yang diketahui dari seorang tentara Pyongyang sejak Pemerintahan Presiden Lee Jae-myung.

"Militer pada Hari Minggu mengamankan tahanan seorang tentara Korea Utara yang melintasi Garis Demarkasi Militer (MDL) di bagian tengah perbatasan," kata JCS, melansir The Korea Times 19 Oktober.

Pasukan Korea Selatan mendeteksi dan melacak tentara tersebut untuk melakukan operasi normal guna membantu orang tersebut tiba di Korea Selatan, dengan otoritas terkait akan menyelidiki motif dan bagaimana pembelotan tersebut terjadi.

"Sejauh ini tidak ada pergerakan yang tidak biasa oleh militer Korea Utara yang terdeteksi," jelas JCS.

Pembelotan terbaru ini menandai kasus ketiga sejak Juni, ketika Pemerintahan Presiden Lee terpilih. Dua kasus sebelumnya yang melibatkan warga sipil terjadi pada Bulan Juli.

Pembelotan terakhir tentara Korea Utara yang diketahui ke Korea Selatan terjadi pada Agustus tahun lalu, ketika seorang sersan staf melintasi MDL dengan berjalan ke selatan melalui jalan setapak di sepanjang pantai timur.

Diketahui, sebanyak 236 warga Korea Utara membelot ke Korea Selatan tahun lalu, dengan hanya tiga di antaranya yang melintasi perbatasan antar-Korea, menurut seorang pejabat Kementerian Unifikasi.