JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memberikan beasiswa penuh kepada kurang lebih 100 mahasiswa Palestina di Universitas Pertahanan (Unhan). Beasiswa ini dipandang sebagai simbol solidaritas Indonesia terhadap Palestina.
Dalam pertemuan bersejarah di Kemenhan, Jumat, 17 Oktober, Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman—didampingi Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf dan Sekjen Muhammad Kholid dan sejumlah pengurus inti—menyatakan dukungan kuat terhadap kebijakan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi hal tersebut dan mudah mudahan ditingkatkan,” ujarnya di hadapan Menhan Sjafrie Sjamsuddin.
Pertemuan ini juga menandai kunjungan pertama partai Islam ke Kemenhan, dengan tujuan memperkuat persatuan nasional dan memperkenalkan konsep “perang rakyat semesta” sebagai upaya stabilitas pertahanan. Menhan Sjafrie Sjamsuddin menyambut baik jalinan komunikasi baru ini. “Dengan keberadaan beliau sekarang, kita akan tingkatkan komunikasi, koordinasi sosial, kita punya silaturahmi,” ujar Sjamsuddin.
Sohibul juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja militer Indonesia yang sudah menunjukkan performa dalam 15 besar dunia. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Menhan Sjafrie Sjamsuddin dan Presiden Prabowo, performa itu terus meningkat.
BACA JUGA:
Dalam kesempatan itu, PKS juga mencermati kesiapan Indonesia mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari kesepakatan damai internasional. “Tentu domain beliau (Menhan),” kata Sohibul, menegaskan bahwa keputusan militer adalah ranah kementerian.
Lebih jauh, PKS berkomitmen ikut memperkuat bela negara melalui program internal. Sohibul mengusulkan agar Kemenhan memberi pelatihan sistematis bagi kader PKS yang sudah menjalankan program “Kembara — Kemah Bela Negara”. Dengan demikian mereka bisa menjadi komponen cadangan (komcad) dalam struktur pertahanan nasional.