Bagikan:

JAKARTA  - Presiden AS Donald Trump mengerahkan Badan Intelijen Pusat (CIA) untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela. Keputusan ini menandai peningkatan tajam dalam upaya AS untuk menekan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

The New York Times pertama kali melaporkan arahan rahasia tersebut, mengutip pejabat AS yang mengetahui keputusan tersebut.

Pejabat itu mengatakan strategi pemerintahan Trump di Venezuela bertujuan untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaan. Pemerintah AS menawarkan $50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba.

Otoritas baru tersebut akan memungkinkan CIA untuk melakukan operasi mematikan di Venezuela dan melakukan berbagai operasi di Karibia, lapor Times.

Ketika ditanya mengapa ia mengizinkan CIA beroperasi di Venezuela, Trump mengatakan kepada wartawan, alasannya adalah migrasi warga Venezuela ke Amerika Serikat dan perdagangan narkoba.

"Saya mengizinkannya karena dua alasan," kata Trump. "Pertama, mereka telah mengosongkan penjara mereka ke Amerika Serikat mereka masuk melalui perbatasan. Mereka masuk karena perbatasan kita terbuka," katanya dilansir Reuters, Kamis, 16 Oktober.

“Dan alasan lainnya adalah narkoba," kata Trump.

Trump belum memberikan bukti atas klaimnya soal Venezuela mengirim mantan tahanan ke AS.

Menurut Trump, AS telah membuat kemajuan dalam mencegat pengiriman narkoba di laut, dan upaya tambahan kini difokuskan pada rute darat.

"Kami sedang mengincar jalur darat sekarang, karena kami telah mengendalikan laut dengan sangat baik," kata Trump.

Secara historis, keterlibatan CIA dalam operasi semacam itu sangat bervariasi, mulai dari keterlibatan paramiliter langsung hingga pengumpulan intelijen dan peran pendukung dengan sedikit atau tanpa jejak fisik.

CIA memiliki sejarah panjang operasi di Amerika Latin, terutama selama Perang Dingin, dan membantu menggulingkan kerajaan perdagangan kokain Amerika Selatan pada akhir abad ke-20. Reuters melaporkan, CIA telah menjalankan operasi rahasia di Meksiko selama bertahun-tahun untuk melacak para pengedar narkoba paling dicari di negara itu.

Pemerintah Venezuela menyatakan pernyataan Trump merupakan pelanggaran hukum internasional dan menyatakan tindakan AS bertujuan untuk melegitimasi operasi "pergantian rezim" dengan tujuan merebut sumber daya minyak negara tersebut.

"Misi Tetap kami di PBB akan menyampaikan keluhan ini kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal besok, menuntut akuntabilitas dari pemerintah Amerika Serikat," demikian pernyataan Venezuela yang dirilis oleh Menteri Luar Negeri Yvan Gil di akun Telegramnya.