Bagikan:

JAKARTA - Hamas dilaporkan akan mulai memindahkan jenazah empat sandera Israel ke Tel Aviv pada Selasa, pukul 22.00 waktu setempat.

Para pejabat Israel sebelumnya mengatakan perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup setidaknya hingga Rabu dan aliran bantuan ke wilayah tersebut akan dikurangi untuk menekan kelompok militan tersebut agar menyerahkan jenazah para sandera yang mereka tahan.

Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, pemulangan seluruh jenazah sandera membutuhkan waktu, menyebutnya sebagai "tantangan besar" mengingat sulitnya menemukan jenazah di antara reruntuhan Gaza.

"Itu tantangan yang bahkan lebih besar daripada membebaskan orang-orang yang masih hidup. Itu tantangan besar," kata juru bicara ICRC, Christian Cardon.

Menurut Cardon, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, dengan kemungkinan beberapa tidak akan pernah ditemukan.

Pada Senin, 14 Oktober, Hamas menyerahkan jenazah empat dari 28 sandera yang tewas. Israel. Sementara keluarga dari 24 sandera lainnya menuduh kelompok teror tersebut melanggar komitmennya berdasarkan gencatan senjata.

Perwakilan Pemerintah Israel untuk para sandera, Gal Hirsch, memberi tahu keluarga sandera, mereka akan melanjutkan tekanan dan meningkatkannya hingga Hamas menepati komitmen yang disepakati dalam gencatan senjata.

Sementara, 20 sandera yang masih hidup sejak disandera pada 7 Oktober 2023 sudah dibebaskan seluruhnya pada Senin kemarin.