Bagikan:

JAKARTA - Presiden Madagaskar Andry Rajoelina membubarkan majelis nasional, yang memperparah ketegangan dengan para demonstran yang dipimpin pemuda dan militer yang memaksanya meninggalkan negara itu.

Dilansir Reuters, Selasa, 14 Oktober, Dekrit yang diunggah di Facebook menyatakan presiden sudah berkonsultasi dengan para pemimpin majelis dan Senat, tetapi belum jelas apakah langkah tersebut memiliki nilai hukum.

Dalam pidato yang menantang rakyat dari lokasi yang dirahasiakan pada Senin, Rajoelina menolak untuk mundur meskipun ada tekanan dari protes Gen Z selama berminggu-minggu yang menuntut pengunduran dirinya dan pembelotan yang meluas di militer.

Pihak oposisi telah berupaya mengumpulkan cukup banyak tanda tangan untuk meluncurkan proses pemakzulan terhadapnya di parlemen.