Bagikan:

JAKARTA  - Hamas menyerahkan beberapa sandera Israel terakhirnya yang masih hidup pada Senin. Ini menjadi langkah penting dalam mengakhiri konflik yang menghancurkan selama dua tahun di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump.

Di tengah sorak-sorai ratusan orang yang berkumpul di Lapangan Sandera Tel Aviv, militer Israel mengatakan telah menerima tujuh dari 20 sandera yang masih hidup setelah mereka dipindahkan dari Gaza oleh Palang Merah.

"Saya sangat gembira. Saya dipenuhi kebahagiaan. Sulit membayangkan bagaimana perasaan saya saat ini. Saya tidak tidur semalaman," kata Viki Cohen, ibu dari sandera Nimrod Cohen, saat ia melakukan perjalanan ke Reim, kamp militer Israel tempat para sandera akan dipindahkan dilansir Reuters, Senin, 13 Oktober.

Sebanyak 13 sandera yang masih hidup, beserta jenazah 26 sandera yang telah meninggal dan dua lainnya yang nasibnya belum diketahui, juga diperkirakan akan dibebaskan pada hari Senin, bersama dengan hampir 2.000 tahanan Palestina dan narapidana.

Di Gaza, sekitar belasan pria bersenjata bertopeng dan berpakaian hitam, yang tampaknya merupakan anggota sayap bersenjata Hamas, tiba di Rumah Sakit Nasser di mana panggung dan kursi telah disiapkan untuk menyambut para tahanan Palestina yang kembali.

"Saya berharap foto-foto ini dapat menjadi akhir dari perang ini. Kami kehilangan teman dan kerabat, kami kehilangan rumah dan kota kami," kata Emad Abu Joudat, 57, seorang ayah Palestina dengan enam anak dari Kota Gaza sambil menyaksikan persiapan serah terima melalui ponselnya.

Pembebasan ini merupakan salah satu bagian terpenting dari fase pertama perjanjian gencatan senjata yang disepakati pekan lalu di resor Sharm el-Sheikh, Mesir, tempat Trump dan lebih dari 20 pemimpin dunia lainnya akan bertemu pada Senin malam.

Trump mendarat di Israel tak lama setelah pengumuman pembebasan gelombang pertama sandera. Ia akan berpidato di hadapan parlemen sebelum menuju Mesir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri menunggu di bandara saat Air Force One mendarat, tersenyum dan berbicara dengan duta besar AS.

Trump akan menjadi presiden AS keempat yang berpidato di Knesset, setelah Jimmy Carter pada 1979, Bill Clinton pada 1994, dan George W. Bush pada 2008.