Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mendedikasikan pengabdian terbaiknya dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta kehormatan bangsa Indonesia, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 TNI. 

Sukamta berharap agar setiap prajurit TNI terus menjadi 'TNI Rakyat' yang mampu menerjemahkan setiap sumpah prajurit dan sapta marga yang sebesar-besarnya bagi Negara serta kesejahteraan dan pertahanan rakyat. 

“Tentunya sekaligus menjadi TNI yang prima sehingga bisa turut bersumbangsih membawa menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan bangsa yang besar,” ujar Sukamta, Senin, 6 Oktober.

Sukamta menegaskan kekuatan TNI merupakan elemen utama dalam sistem ketahanan nasional yang kokoh. Di tengah perubahan geopolitik dan ancaman multidimensi, ia menyebut, ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer semata.

"Tetapi juga pada sinergi antara pertahanan, kesejahteraan rakyat, ketahanan ekonomi, dan persatuan bangsa," kata Sukamta. 

Sukamta pun menyoroti antusiasme ribuan masyarakat dari berbagai penjuru DKI Jakarta dan sekitarnya yang hadir dalam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu, 5 Oktober. Ia menilai, antusiasme ini menjadi bukti TNI betul-betul dicintai rakyat. 

"Masyarakat ikut gembira dan tak segan berpartisipasi menyemarakkan hari jadi TNI, bahkan sampai macet di mana-mana. Kecintaan rakyat yang sangat luar biasa kepada TNI ini harus dibalas dengan dedikasi tinggi setiap prajurit untuk menempatkan rakyat dan negara di atas segalanya,” ungkap Legislator PKS ini.

Menurut Sukamta, TNI yang profesional, modern, dan berkarakter rakyat adalah simbol martabat bangsa dan wujud nyata dari semangat pengabdian kepada negara. Karena itu, menurutnya, pembangunan kekuatan TNI harus terus diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan kesiapan pertahanan nasional.

"Tentunya dengan tetap menempatkan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan sebagai dasar utama dalam setiap langkah strategis pertahanan negara,” terangnya.

Sukamta juga berharap agar setiap prajurit memperkuat kembali semangat pertahanan rakyat semesta. Di mana saat ini, rakyat bukan hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

"Ketahanan nasional yang tangguh hanya dapat terwujud apabila rakyat hidup sejahtera, berpendidikan, dan memiliki kesadaran bela negara yang tinggi," katanya.

Sukamta memastikan, Komisi I DPR akan terus menjalankan peran legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal untuk mendukung penguatan TNI dan sistem pertahanan nasional secara berkelanjutan. Dengan TNI yang kuat dan rakyat yang bersatu.

Ia menilai, martabat Indonesia akan senantiasa terjaga di kancah internasional.

Di sisi lain, Sukamta juga mengingatkan kolaborasi antara TNI, Pemerintah, DPR, dan seluruh elemen bangsa merupakan kunci utama dalam mewujudkan pertahanan negara yang adaptif, tangguh, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Termasuk kerja sama dengan rakyat itu sendiri.

"Selama delapan dekade, TNI telah menjadi pelindung rakyat dan simbol kehormatan bangsa. Di usia yang ke- 80 ini, TNI diharapkan terus menjaga profesionalisme, memperkuat disiplin dan dedikasi, serta mempertahankan kedekatan dengan rakyat," pungkas Sukamta.