Bagikan:

JAKARTA – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Waropen, Papua, pada Jumat 3 Oktober pukul 05.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat, sekitar 66 kilometer barat daya Waropen, dengan kedalaman 43 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah sekitar. Berdasarkan laporan sementara, intensitas gempa tercatat pada skala MMI IV–V di Nabire dan MMI III di Enarotali. Getaran yang terjadi membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun meminta masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan adanya gempa susulan. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan pentingnya kewaspadaan terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan struktur bangunan yang rentan.

Sebagai langkah penanggulangan bencana, masyarakat diimbau segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rumah atau bangunan masing-masing. Jika terdapat retakan pada dinding atau struktur yang melemah, disarankan untuk tidak menempati bangunan tersebut sebelum dinyatakan aman. Warga juga diminta memastikan jalur evakuasi di sekitar rumah dalam kondisi bebas hambatan agar dapat digunakan sewaktu-waktu.

BMKG mengingatkan agar warga tidak terpancing informasi palsu atau hoaks terkait bencana. Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui kanal BMKG seperti situs web bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi @infoBMKG.

Selain itu, masyarakat di sekitar Waropen disarankan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok, dokumen penting, senter, obat-obatan, serta peralatan darurat lain. Warga juga perlu mematikan aliran listrik, gas, dan air ketika meninggalkan rumah untuk mencegah kebakaran atau kebocoran.

Bagi warga yang tinggal di gedung bertingkat, BMKG menyarankan untuk tidak menggunakan lift saat terjadi gempa dan memilih jalur tangga darurat sebagai alternatif evakuasi. Sementara itu, sekolah, perkantoran, dan tempat usaha diimbau menggelar kembali latihan evakuasi agar masyarakat terbiasa menghadapi situasi darurat.

BNPB bersama BPBD setempat masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kondisi lapangan serta melakukan kaji cepat terhadap kemungkinan dampak kerusakan. Perkembangan lebih lanjut mengenai situasi pascagempa akan disampaikan secara berkala.