Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menerapkan penutupan pemerintahan atau shutdown menyusul Senat dan Presiden AS Donald Trump mengalami kebuntuan dalam menyepakati rencana anggaran negara demi menjalankan pemerintah federal. 

Kebijakan tersebut membuat ratusan ribu pegawai pemerintah di departemen dan lembaga federal terutama sektor publik terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Trump menuding tidak sepakatnya Senat terkait rencana anggaran membuat hal ini terjadi. 

"Jadi kita akan memberhentikan banyak orang yang akan sangat terdampak. Dan mereka adalah Partai Demokrat, mereka akan tetap menjadi Partai Demokrat," kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, dikutip dari AFP.

Trump berdalih penutupan pemerintah salah satunya akibat tuntutan Partai Demokrat terkait anggaran pendanaan perawatan kesehatan.

"Banyak hal baik yang bisa dihasilkan dari penutupan pemerintahan," sambung dia.

Pengesahan rencana anggaran pemerintah federal yang sebelumnya disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS gagal. Harapan akan disetujui pada Senin pekan ini tetapi pertemuan mendadak di Gedung Putih tersebut tidak menghasilkan kemajuan.

Operasional pemerintah federal kemudian dihentikan atau shutdown pukul 00.00, Kamis 1 Oktober. 

Hari ini, Senat AS libur berkaitan dengan hari raya Yahudi Yom Kippur. 

Kemungkinan sidang tindaklanjut dari masalah anggaran negara AS ini akan kembali digelar besok Jumat atau awal pekan depan. 

Penutupan pemerintahan sebelumnya terjadi hampir tujuh tahun lalu dan berlangsung panjang selama 35 hari.