JAKARTA - Implementasi rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk gencatan senjata di Jalur Gaza dan mengakhiri konflik Israel-Palestina, dapat menciptakan momentum yang akan membantu mewujudkan perdamaian di wilayah lain di Timur Tengah dan juga memengaruhi penyelesaian krisis Ukraina, ujar utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff.
Gedung Putih pada Hari Senin mengumumkan proposal 20 poin Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan bencana kemanusiaan yang terjadi.
"Presiden (Trump) ingin melihat perdamaian secara menyeluruh. Ini bukan hanya tentang Gaza; ini tentang bagaimana hal ini dapat merembes ke seluruh wilayah lain di Timur Tengah, dan apa yang akan dicapainya, bahkan mungkin merembes ke Rusia dan Ukraina," ujarnya kepada Fox News dalam sebuah wawancara, mengomentari rencana yang diusulkan oleh otoritas AS, dilansir dari TASS 30 September.
Witkoff menambahkan, inisiatif Presiden Trump didukung oleh negara-negara Teluk Persia dan negara-negara Eropa.
Sebelumnya, Gedung Putih menerbitkan sebuah rencana untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza. Dokumen tersebut menyerukan penghentian permusuhan sepenuhnya dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas dalam waktu 72 jam.
Selain itu, dokumen tersebut mengusulkan pengalihan wilayah kantong tersebut ke administrasi eksternal untuk masa transisi. Selama masa transisi ini, penduduk wilayah kantong akan diberi kesempatan untuk meninggalkan dan kembali.
BACA JUGA:
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan dalam konferensi pers bersama Presiden Trump usai pertemuan di Gedung Putih, mendukung rencana Presiden AS untuk mengakhiri operasi militer di Gaza.
Namun, ia mencatat jika Hamas menolak atau menyabotase proposal tersebut, Israel akan "menyelesaikan tugasnya sendiri".