JAKARTA - Israel tidak akan mempertimbangkan aneksasi wilayah Tepi Barat yang saat ini berada di bawah kendali Otoritas Palestina (PA), kata Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar.
Berbicara kepada harian Italia Corriere Della Sera, Sa’ar mengatakan, "Tidak ada niat untuk membahas aneksasi wilayah Otoritas Palestina karena kami tidak ingin mengendalikan Palestina," dikutip dari The Times of Israel 25 September.
"Yang bisa dibahas, tetapi belum diputuskan, adalah penerapan hukum Israel terhadap komunitas Israel yang berada di sana dan bukan di bawah Otoritas Palestina," jelasnya.
Pembahasan akan dilakukan setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali dari Washington minggu depan.
Sesuai dengan Perjanjian Oslo tahun 1990-an, beberapa wilayah Tepi Barat berada di bawah kendali Otoritas Palestina, sementara yang lain berada di bawah kendali Israel — meskipun tidak di bawah kedaulatan Israel — dan yang lainnya lagi berada di bawah kendali administratif PA dan kendali keamanan Israel.
Sebelumnya, anggota koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendorong Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, terutama Lembah Yordan, menyusul pengakuan sejumlah negara, termasuk Inggris hingga Australia, atas Negara Palestina.
Menteri Keamanan Nasional yang juga politisi sayap kanan Itamar Ben Gvir menyebut langkah tersebut sebagai "hadiah bagi para pembunuh perempuan dan anak-anak", menyerukan Israel untuk segera merespons dengan mencaplok Tepi Barat dan membubarkan Otoritas Palestina, berjanji akan mendorong proposal tersebut pada rapat kabinet berikutnya.
Sementara, Menteri Keuangan ultranasionalis Bezalel Smotrich dari partai Zionisme Religius menyampaikan hal serupa, dengan menyatakan: "Masa-masa ketika Inggris dan negara-negara lain memutuskan masa depan kita telah berakhir. Satu-satunya respons terhadap tindakan permusuhan ini adalah kedaulatan penuh atas Tepi Barat dan penghapusan permanen gagasan negara Palestina dari agenda."
Anggota kabinet lainnya menyuarakan penolakan yang sama. Menteri Kebudayaan Miki Zohar turut menyerukan aneksasi, sementara Menteri Pendidikan Yoav Kisch mengatakan: "Israel tidak akan mengizinkan pembentukan negara Palestina yang bertujuan menghancurkan negara Yahudi. Inilah saat yang tepat untuk memaksakan kedaulatan di Tepi Barat."
BACA JUGA:
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan, ia telah "menegaskan" kepada mitranya dari Israel, Gideon Sa'ar, Israel "tidak boleh" mencaplok wilayah Tepi Barat sebagai balasan atas pengakuan beberapa negara terhadap Negara Palestina.
"Kami telah menegaskan bahwa keputusan yang kami ambil ini adalah cara terbaik untuk menghormati keamanan Israel dan juga keamanan Palestina," ujar Menlu Cooper kepada BBC
"Ini tentang melindungi perdamaian dan keadilan, dan yang terpenting, keamanan Timur Tengah, dan kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak di kawasan ini agar dapat mewujudkannya," tandasnya.