Bagikan:

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyesalkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan ibu kota pada Rabu malam kemarin akibat penutupan beberapa gerbang tol untuk perbaikan.

Gerbang tol yang ditutup yakni GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1.

“Memang saya sendiri juga menyesalkan itu terjadi. Karena penanganan yang cukup lama kemudian mengakibatkan kemacetan ke mana-mana,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Antara, Kamis, 25 September.

Pramono mendesak pengelola jalan tol mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak pascademo akhir Agustus lalu.

“Kemacetan ini betul-betul saya pantau secara langsung. Penyebab utamanya adalah perbaikan pintu tol Semanggi 1 dan 2 akibat kebakaran kemarin,” ujarnya.

Arus lalu lintas di kawasan Semanggi, Slipi, Palmerah, Benhil, dan sekitarnya macet parah pada Rabu malam. Penutupan gerbang tol membuat kendaraan menumpuk.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Komarudin menjelaskan kendaraan dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2, namun hanya satu gardu yang bisa digunakan. “Akibatnya antrean kendaraan semakin panjang,” katanya.

Polisi juga mengatur kendaraan di Jalan Gatot Subroto yang mencoba memotong jalur ke kanan menuju tol. Komarudin meminta masyarakat menggunakan Gerbang Tol Kuningan agar kemacetan tidak makin parah.

Kemacetan bertambah karena kendaraan dari arah bandara yang hendak keluar di off ramp Tol Semanggi tersendat. “Arterinya padat, jadi kendaraan dari tol tertahan. Tapi arah Semanggi ke Cawang lancar,” ujar Komarudin.

Seorang pengendara, Mita, mengaku terjebak macet hampir dua jam di depan Gedung DPR/MPR RI. “Udah berhenti total sejak jam 17.50 WIB. Padahal demo tani sudah selesai,” ujarnya.

Ia juga menyebut ambulans dan mobil pemadam kebakaran yang melintas menambah perlambatan arus. Hingga pukul 19.30 WIB, Mita masih berada di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di samping skatepark Palmerah.