MALANG - Banjir setinggi 1,5 meter yang melanda wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat 20 September, menyisakan dampak serius bagi ribuan warga. Selain merendam permukiman, banjir juga mencemari ratusan sumur yang menjadi sumber air bersih warga dengan lumpur dan material lainnya.
Sedikitnya 200 sumur milik warga dilaporkan terisi lumpur akibat banjir yang menerjang empat dusun di Desa Sitiarjo, yakni Dusun Krajan Tengah, Krajan Kulon, Krajan Wetan, dan Roworate. Peristiwa ini berdampak pada lebih dari 2.228 jiwa dari 830 keluarga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawanc mengungkapkan, banjir tidak hanya merendam rumah dan jalan lingkungan, tetapi juga mencemari sumber air bersih milik warga.
“Air banjir membawa lumpur dan ranting-ranting pohon, masuk ke pekarangan dan sumur warga. Ada sebanyak 200 sumur warga yang terdampak, hingga hari ini sudah 53 sumur yang kami bersihkan,” ujar Sadono, Rabu 24 September.
Dalam proses pemulihan, tim gabungan dari BPBD, Dinas Kesehatan, hingga instansi teknis lain melakukan pembersihan sumur secara bertahap. Pada Selasa (23/9/2025), tercatat sebanyak 31 sumur yang tersebar di enam dusun berhasil dikuras dan dibersihkan oleh petugas gabungan.
Sadono menambahkan, tidak seluruh sumur terdampak akan dibersihkan oleh tim gabungan. Sebagian sumur mengalami pencemaran ringan dan sudah kembali jernih, sedangkan lainnya dibersihkan secara mandiri oleh warga.
Pembersihan dilakukan menggunakan metode manual dengan bantuan alat ringan. Selain menguras, tim juga memberikan cairan penjernih dari Dinas Kesehatan agar air sumur kembali layak digunakan.
“Pembersihan dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat bersama PU Bina Marga Provinsi dan Kabupaten Malang,” ujarnya.
Banjir yang bertahan selama sekitar enam jam itu merendam permukiman seluas sekitar 1,49 hektare. Meski air telah surut, tim tanggap darurat masih menghadapi tantangan berupa tumpukan lumpur serta kerusakan sumber air bersih.
BACA JUGA:
“Kami dibantu dari berbagai instansi untuk melakukan pembersihan. Kami juga melakukan pendistribusi bantuan, pengurasan sumur, hingga pembersihan jalur dan saluran air," imbuh Sadono.
Sadono mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayah Kabupaten Malang