JAKARTA - NATO memperingatkan Rusia pihaknya akan menggunakan "semua alat militer dan non-militer yang diperlukan" untuk mempertahankan diri.
NATO mengecam Moskow atas pelanggaran wilayah udara Estonia dalam "pola perilaku yang semakin tidak bertanggung jawab".
Estonia pada Jumat pekan lalu menyebut tiga jet tempur MiG-31 Rusia melanggar wilayah udaranya selama 12 menit sebelum dikawal keluar oleh jet tempur NATO Italia - insiden yang menurut para pejabat Barat kemungkinan dirancang untuk menguji kesiapan dan tekad NATO.
Seminggu sebelumnya, sekitar 20 pesawat nirawak (drone) Rusia memasuki wilayah udara Polandia, yang mendorong jet-jet NATO untuk menembak jatuh beberapa di antaranya dan aliansi tersebut untuk memperkuat pertahanan di sisi timur Eropa.
Pertemuan Dewan Atlantik Utara pada Selasa, 23 September, yang terdiri dari para duta besar dari 32 negara anggota aliansi, diadakan setelah Estonia menggunakan Pasal 4 perjanjian pendirian NATO.
"Rusia bertanggung jawab penuh atas tindakan-tindakan ini, yang bersifat eskalatif, berisiko salah perhitungan, dan membahayakan nyawa. Tindakan-tindakan ini harus dihentikan," kata dewan tersebut dalam pernyataan dilansir Reuters.
"NATO dan Sekutu akan menggunakan, sesuai dengan hukum internasional, semua alat militer dan non-militer yang diperlukan untuk mempertahankan diri dan mencegah semua ancaman dari segala arah," kata pernyataan itu.
"Kami akan terus merespons dengan cara, waktu, dan wilayah yang kami pilih,” sambung pernyataan dewan.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan jet-jet tempur Rusia di atas Estonia tidak ditembak jatuh karena dinilai tidak menimbulkan ancaman langsung.
Namun, ia mengatakan para komandan NATO memiliki wewenang untuk "mengambil keputusan akhir" jika mereka menilai pesawat yang menyusup memang menimbulkan ancaman tersebut.
Pasal 4 NATO menyatakan sekutu akan "berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan" suatu anggota terancam.
BACA JUGA:
Ini baru kesembilan kalinya dalam 76 tahun sejarah NATO pasal tersebut diterapkan - dan dua di antaranya terjadi bulan ini sebagai tanggapan atas insiden di atas Polandia dan Estonia.
"Kami adalah aliansi pertahanan, ya, tetapi kami tidak naif. Jadi, kami melihat apa yang terjadi," kata Rutte.
"Jika tidak disengaja, maka itu jelas-jelas tidak kompeten. Dan tentu saja, meskipun itu adalah inkompetensi, kita tetap harus membela diri,” ujarnya.
Rusia mengatakan pada Senin, pernyataan Estonia soal jet Rusia melanggar wilayah udara Estonia tidak berdasar dan menuduh Tallinn berusaha meningkatkan ketegangan Timur-Barat.
Mengenai insiden Polandia, Rusia mengatakan pesawat nirawaknya telah melakukan serangan besar terhadap fasilitas militer di Ukraina barat malam itu, tetapi tidak berencana untuk menyerang target di Polandia.